Update perang Iran vs Amerika, nafsu Donald Trump ajak China, Prancis, Inggris amankan Selat Hormuz

GOHANS MIND - UPDATE Iran vs Amerika. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyerukan kepada kekuatan-kekuatan besar dunia, termasuk China, Prancis, dan Inggris, untuk mengerahkan pasukan angkatan laut guna membantu mengamankan Selat Hormuz yang strategis di tengah perang dengan Iran.
Dari sebuah unggahan di platform media Truth miliknya pada hari Sabtu, 13 Maret, Trump mengatakan bahwa negara-negara yang ekonominya sangat bergantung pada pengiriman minyak melalui jalur air tersebut harus bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menjaga agar selat tersebut tetap terbuka.
“Banyak negara, terutama negara-negara yang terkena dampak upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar Selat tetap terbuka dan aman,” tulis Trump.
Ia juga menyebut Jepang dan Korea Selatan sebagai negara-negara yang dapat mengirim kapal untuk mendukung upaya tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka termasuk negara-negara yang paling terdampak oleh gangguan pada jalur minyak global yang vital tersebut.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk menyusul serangkaian insiden maritim yang terkait dengan konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi beberapa serangan terhadap kapal-kapal komersial yang berlayar di Selat Hormuz, termasuk serangan pesawat tak berawak dan rudal yang merusak kapal dan memaksa beberapa kapal tanker untuk mengubah rute mereka.
Laporan juga menunjukkan adanya ledakan ranjau yang menghantam kapal kargo di jalur air yang sempit tersebut.
Insiden-insiden tersebut telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan pasar energi global karena Selat Hormuz merupakan salah satu titik rawan transit minyak terpenting di dunia.
Jalur air ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, dan sebagian besar ekspor minyak mentah dunia melewati jalur ini setiap hari, dilansir GOHANS MINDdari icirnigeria.org, Minggu 15 Maret 2026.
Trump juga mengklaim dalam pesannya bahwa pasukan AS telah menghancurkan sebagian besar militer Iran, tetapi memperingatkan bahwa serangan yang lebih kecil seperti drone, ranjau, atau rudal jarak pendek masih dapat mengancam kapal yang melewati daerah tersebut.
Sikap Hamas
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas mengeluarkan pernyataan mengejutkan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Meski dikenal sebagai sekutu dekat, Hamas secara terbuka meminta Iran untuk berhenti menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
Dalam rilis resminya pada Sabtu (14/3/2026), Hamas menekankan mereka tetap mendukung hak Teheran untuk membela diri dari gempuran Israel dan Amerika Serikat (AS).
Namun, Hamas mewanti-wanti agar serangan Iran tidak salah sasaran ke negara-negara Arab di sekitarnya.
"Kami menegaskan hak Republik Islam Iran untuk membalas agresi ini dengan segala cara yang sah menurut hukum internasional."
"Namun, kami meminta saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga," tulis pernyataan Hamas seperti dikutip dari Al Jazeera.
Hamas, yang saat ini masih terjepit dalam konflik panjang dengan Israel di Jalur Gaza, juga mendesak dunia internasional untuk segera turun tangan.
Mereka meminta adanya langkah nyata untuk menghentikan perang yang kini kian meluas dan mengancam stabilitas kawasan.
Sikap Hamas ini terbilang diplomatis.
Di satu sisi mereka ingin menjaga hubungan baik dengan negara-negara Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi.
Namun di sisi lain mereka tetap setia kepada Iran.
Hamas sebelumnya juga sempat menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Bagi Hamas, mendiang Khamenei adalah sosok kunci yang menyokong perjuangan Palestina, baik lewat jalur diplomatik maupun bantuan militer.
Kini, dengan eskalasi yang melibatkan serangan drone dan rudal Iran ke berbagai titik di Teluk, Hamas berharap sekutu utamanya itu bisa lebih selektif dalam memilih target demi mencegah konflik regional yang lebih besar.
IRGC Gempur 3 Pangkalan Militer AS
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (14/3/2026) dini hari.
Serangan ini diklaim sebagai gelombang ke-49 dari operasi militer bertajuk "True Promise 4".
Dalam keterangan resminya, pihak IRGC mengungkapkan serangan tersebut melibatkan kombinasi rudal balistik berpemandu presisi dan kawanan drone peledak.
Setidaknya ada tiga titik utama yang menjadi sasaran empuk militer Iran, yakni Pangkalan Udara Al Dhafra, Pangkalan Udara Sheikh Isa, dan pangkalan helikopter Al Udeiri.
Laporan dari kantor berita WANA menyebutkan di Pangkalan Al Dhafra, serangan berhasil melumpuhkan sistem radar Patriot dan menghancurkan hanggar pertahanan udara.
Sementara itu, di Pangkalan Sheikh Isa, kebakaran hebat dilaporkan melanda tangki penyimpanan bahan bakar dan landasan pacu pusat setelah dihujam rudal.
Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Madya Alireza Tangsiri mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut.
Ia menyebut serangan ini sebagai bentuk "laporan kepada rakyat Iran" atas tindakan berani para pelautnya.
"Target-target kunci termasuk menara kontrol dan hanggar pesawat di pangkalan-pangkalan tersebut telah kami hanguskan," ucap Tangsiri.
Tak hanya melakukan serangan udara, militer Iran juga mempertegas dominasi mereka di jalur laut strategis.
IRGC menyatakan Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh dan pengawasan ketat mereka.
Iran juga mengeluarkan ancaman keras bagi kapal tanker maupun kapal komersial yang berafiliasi dengan AS dan sekutunya.
Mereka melarang keras segala bentuk aktivitas transit di wilayah tersebut dan mengancam akan menjadikan kapal mana pun yang melanggar sebagai target militer berikutnya.
(Tribunnews.com/GOHANS MIND)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hamas Kecam Iran Serang Negara-negara Teluk, Singgung Jasa Ali Khamenei,
Posting Komentar untuk "Update perang Iran vs Amerika, nafsu Donald Trump ajak China, Prancis, Inggris amankan Selat Hormuz"