Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hasil Liga Inggris: Mental juara Arsenal bungkam Everton 2-0, sejarah gila bocah ajaib 16 tahun

Ringkasan Berita:
  • Hasil Liga Inggris pekan ke-30 antara Arsenal vs Everton akhirnya dimenangkan oleh tim Meriam London, Minggu (15/3/2026) dinihari WIB.
  • Viktor Gyokeres menjadi aktor pertama yang mencetak gol pemecah kebuntuan Arsenal.
  • Dilanjutkan gol bersejarah Max Dowman yang mencetak gol debut pada usia sangat muda yakni 16 tahun 73 hari dalam sejarah Liga Inggris.
 

GOHANS MIND - Hasil Liga Inggris pekan ke-30 antara Arsenal vs Everton akhirnya dimenangkan oleh tim Meriam London, Minggu (15/3/2026) dinihari WIB.

Dalam laga yang baru saja digelar di Stadion Emirates, Arsenal selaku tuan rumah menang 2-0.

Perjuangan Arsenal untuk mengalahkan Everton tidak mudah, karena hampir sepanjang laga, penampilan lini belakang tim tamu sangat solid dan berlapis.

Sebelum akhirnya, Arsenal mampu menemukan celah pada menit kritis di akhir babak kedua.

Ialah Viktor Gyokeres yang mengawali kemenangan Arsenal dalam laga ini berkat gol yang ia ciptakan pada menit ke-89.

Dikala laga akan berakhir dengan skor 1-0, Arsenal justru mampu menggandakan keunggulan di menit akhir babak kedua.

Ialah Max Dowman yang mencetak gol debutnya di kompetisi Liga Inggris, memanfaatkan keputusan Jordan Pickford selaku kiper Everton yang maju dalam situasi corner kick.

Dowman yang mendapat kesempatan mencetak gol, melaju dari wilayahnya sendiri, sebelum akhirnya bisa menceploskan bola ke gawang Everton, sekaligus mengunci kemenangan Arsenal.

Sejarah elit pun diciptakan Dowman, yang mana namanya kini tercatat sebagai pemain termuda yang mencetak gol dalam sejarah Liga Inggris.

Pemain asal Inggris ini melakukan hal ajaib itu ketika usianya masih 16 tahun 73 hari.

Kemenangan atas Everton membuat Arsenal makin dekat dengan aroma gelar juara Liga Inggris.

Tim Meriam London kini mengoleksi 70 poin dari total 31 laga yang dimainkan.

Arsenal pun unggul 10 angka dari Manchester City selaku peringkat dua, yang baru akan bermain melawan West Ham setelah laga ini.

Jalannya Pertandingan

Lima menit laga babak pertama berlangsung, belum ada satupun peluang berbahaya yang diciptakan kedua tim.

Arsenal selaku tuan rumah mencoba mengontrol jalannya laga, sementara Everton lebih banyak menunggu.

Pada menit keenam, Arsenal mendapat peluang pertamanya lewat skema tendangan sudut.

Namun kegemilangan Pickford mampu mementahkan harapan Arsenal untuk mencetak gol lewat situasi tersebut.

Bola mati tampaknya menjadi situasi akan coba dimanfaatkan Arsenal untuk membobol gawang Everton.

Permainan low-block yang diterapkan Everton seakan membuat lini serang Arsenal buntu menciptakan peluang lewat open-play.

Menit ke-13, skema apik serangan Arsenal, hampir saja dieksekusi dengan ciamik oleh Saka lewat sundulan, namun hakim garis telah mengangkat bendera offside.

Permainan Arsenal cukup positif pada 15 menit laga pertama, sementara Everton masih tenang dalam tekanan.

Serangan Everton yang bertumpu pada Beto menghadapi tantangan serius dari Saliba yang bermain disiplin sejak menit pertama.

Everton hampir mencetak gol setelah mendapatkan dua peluang beruntun pada menit ke-17.

Ialah McNeil yang menjadi aktor utama terciptanya dua peluang emas Everton sekaligus.

Peluang pertamanya diblok Calafiori pada momen krusial, lalu tendangan melengkung yang menjadi peluang keduanya hanya membentur mistar gawang.

Havertz coba melakukan protes keras terhadap wasit, lantaran ia merasa dijatuhkan oleh Keane di kotak terlarang.

Sayangnya wasit hingga VAR tidak memberikan tinjauan potensi penalti atas pelanggaran tersebut.

Menit ke-30, David Raya melakukan penyelamatan gemilang untuk menghalau tembakan kaki kiri Hall dari luar kotak penalti.

Arteta terpaksa menarik keluar Timber yang cedera, digantikan Mosquera pada menit ke-37.

Di sisa waktu yang ada pada babak pertama, berbagai usaha yang dilakukan kedua tim untuk mencetak gol tidak berbuah hasil.

Skor imbang tanpa gol pun mewarnai hasil laga babak pertama antara Arsenal vs Everton di Stadion Emirates.

Arsenal meningkatkan tensi dan agresifitas serangan pada babak kedua, demi mencetak gol pemecah kebuntuan.

Keberanian mengambil resiko tampaknya harus dilakukan Arsenal dalam menyerang, karena Everton menerapkan pertahanan berlapis yang sulit ditembus.

Pergerakan Madueke dan Saka di sisi sayap terkunci, Havertz sebagai false nine minim umpan.

Arteta pun akhirnya memasukan Martinelli dan Gyokeres untuk menyegarkan lini depannya untuk mematahkan blok Everton.

Menit ke-64, sepakan tak terduga Eze hampir saja menggetarkan jala gawang Pickford, sayang sedikit melebar.

Arsenal terus mengurung pertahanan Everton yang berlapis, lewat berbagai penjuru.

Eze yang aktif melepaskan tembakan kejutan dari luar kotak penalti terus berusaha menciptakan peluang.

Hanya saja, penampilan apik Pickford juga mementahkan berbagai peluang Arsenal, termasuk Eze.

Arteta pun tampaknya memasukkan kartu AS terakhirnya untuk menjebol jala gawang Everton.

Ialah Gyokeres, Martineli, Hincapie sekaligus Dowman untuk meruntuhkan pertahanan tim tamu.

Benar saja, gol yang ditunggu-tunggu Arsenal tercipta, saat menit kritis pada babak kedua.

Gyokeres mengawali gol kemenangan Arsenal, di mana ia mencetak gol pemecah kebuntuan menit ke-89.

Berawal dari umpan Dowman, lalu bola jatuh di kaki Hincapie.

Bola lalu disodorkan ke Gyokeres dan akhirnya diselesaikan dengan ciamik yang berujung gol.

Tak berselang lama, Arsenal mengunci kemenangan atas Everton, setelah memanfaatkan keputusan Pickford yang maju ke depan saat situasi corner kick untuk menciptakan kejutan di akhir laga.

Alih-alih menciptakan kejutan, Everton justru harus membayar mahal hal itu.

Lantaran gawangnya dibobol oleh bocah berusia 16 tahun yakni Dowman lewat serangan balik.

Skor 2-0 akhirnya menjadi penutup hasil laga ini, dan Dowman layak dianggap game changer yang memenangkan Arsenal selaku tuan rumah.

(GOHANS MIND/Dwi Setiawan)

Posting Komentar untuk "Hasil Liga Inggris: Mental juara Arsenal bungkam Everton 2-0, sejarah gila bocah ajaib 16 tahun"