Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perang Iran vs Amerika, isu PM Israel Netanyahu meninggal disorot efek video viral keanehan jari

Perang Iran vs Amerika, isu PM Israel Netanyahu meninggal disorot efek video viral keanehan jari

GOHANS MIND - Berita viral di media sosial, jari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disorot pada video terbarunya yang diunggah pada Jumat (13/3/2026).

Pasalnya, saat ramai Benjamin Netanyahu diisukan telah meninggal dunia karena keabsenannya dalam membuat video pernyataan di tengah perang Iran-Israel AS yang berkecamuk. 

media Israel The Jerusalem Post membantah kematian Netanyahu akibat serangan Iran. 

The Jerusalem Post tidak memberikan bukti konkret terkait keberadaan Netanyahu yang menghilang di publik. 

The Jerusalem Post hanya menyebut Netanyahu menyampaikan pernyataan resmi yang diterbitkan oleh Kantor Perdana Menteri pada 7 Maret.

Portal utama pemerintah Israel juga mencantumkan namanya sebagai orang yang mengunjungi lokasi dampak di Beersheba pada 6 Maret.

Namun tanggal tersebut sudah sepekan lalu dari kemunculan terakhir Netanyahu.

Sebelumnya Iran menduga Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah tewas dalam perang Iran Vs AS-Israel. 

Dugaan itu dilontarkan media berita Iran Kantor Berita Tasnim yang mempertanyakan keberadaan Netanyahu yang tidak kunjung muncul di publik.

Sejumlah spekulasi tewasnya Netanyahu diuraikan oleh Kantor Berita Tasnim pada Selasa (10/3/2026).

Kecurigaan pertama Iran yakni karena sudah hampir tiga hari sejak video terakhir Netanyahu diunggah di saluran pribadinya.

Setelah itu, beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu dikirim hanya berupa teks.

Padahal biasanya Netanyahu memuat video pernyataan minimal satu video perhari di tengah situasi yang memanas.

“Namun, tidak adanya satu pun video selama tiga hari terakhir telah meningkatkan spekulasi,” tulis media Iran tersebut.

Selain itu muncul laporan yang menunjukkan bahwa perimeter keamanan di sekitar rumah Netanyahu telah diperketat, khususnya untuk menangkal potensi serangan drone bunuh diri.

Publik juga curiga dengan pembatalan kunjungan Netanyahu dengan menantu Donald Trump Jared Kushner dan perwakilan khusus Trump Steve Witkoff di Israel.

Adapun sebelum video yang disorot saat ini, Netanyahu terakhir membuat video pada 8 Maret 2026 lalu atau sudah hampir sepekan lamanya.

Padahal biasanya, minimal satu hari satu video akan didistribusikan oleh akun X resmi PM Israel tersebut. 

Usai spekulasi kematian menyebar, pada Jumat (13/3/2026) akun resmi PM Israel kembali mengunggah video pemimpin Israel tersebut. 

Namun video kecaman Netanyahu terhadap Iran itu membuat netizen salah fokus. 

Sebab dalam video, jari Netanyahu terdapat enam di salah satu telapak tangan. 

Lebihnya jumlah jari di telapak tangan Netanyahu membuat spekulasi video tersebut hasil rekayasa kecerdasan buatan alias AI pun viral. 

“Enam jari? Seperti deepfake,” komentar netizen sambil membagikan screenshoot video.

Deepfake adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memanipulasi atau menciptakan konten video, audio, dan gambar sintetis yang sangat realistis, sering kali dengan menukar wajah atau meniru suara orang terkenal/sasaran.

Hamas Kecam Iran

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas mengeluarkan pernyataan mengejutkan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Meski dikenal sebagai sekutu dekat, Hamas secara terbuka meminta Iran untuk berhenti menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Dalam rilis resminya pada Sabtu (14/3/2026), Hamas menekankan mereka tetap mendukung hak Teheran untuk membela diri dari gempuran Israel dan Amerika Serikat (AS).

Namun, Hamas mewanti-wanti agar serangan Iran tidak salah sasaran ke negara-negara Arab di sekitarnya.

"Kami menegaskan hak Republik Islam Iran untuk membalas agresi ini dengan segala cara yang sah menurut hukum internasional."

"Namun, kami meminta saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga," tulis pernyataan Hamas seperti dikutip dari Al Jazeera.

Hamas, yang saat ini masih terjepit dalam konflik panjang dengan Israel di Jalur Gaza, juga mendesak dunia internasional untuk segera turun tangan.

Mereka meminta adanya langkah nyata untuk menghentikan perang yang kini kian meluas dan mengancam stabilitas kawasan.

Sikap Hamas ini terbilang diplomatis.

Di satu sisi mereka ingin menjaga hubungan baik dengan negara-negara Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi.

Namun di sisi lain mereka tetap setia kepada Iran.

Hamas sebelumnya juga sempat menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Bagi Hamas, mendiang Khamenei adalah sosok kunci yang menyokong perjuangan Palestina, baik lewat jalur diplomatik maupun bantuan militer.

Kini, dengan eskalasi yang melibatkan serangan drone dan rudal Iran ke berbagai titik di Teluk, Hamas berharap sekutu utamanya itu bisa lebih selektif dalam memilih target demi mencegah konflik regional yang lebih besar.

IRGC Gempur 3 Pangkalan Militer AS

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Serangan ini diklaim sebagai gelombang ke-49 dari operasi militer bertajuk "True Promise 4".

Dalam keterangan resminya, pihak IRGC mengungkapkan serangan tersebut melibatkan kombinasi rudal balistik berpemandu presisi dan kawanan drone peledak.

Setidaknya ada tiga titik utama yang menjadi sasaran empuk militer Iran, yakni Pangkalan Udara Al Dhafra, Pangkalan Udara Sheikh Isa, dan pangkalan helikopter Al Udeiri.

Laporan dari kantor berita WANA menyebutkan di Pangkalan Al Dhafra, serangan berhasil melumpuhkan sistem radar Patriot dan menghancurkan hanggar pertahanan udara.

Sementara itu, di Pangkalan Sheikh Isa, kebakaran hebat dilaporkan melanda tangki penyimpanan bahan bakar dan landasan pacu pusat setelah dihujam rudal.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Madya Alireza Tangsiri mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut.

Ia menyebut serangan ini sebagai bentuk "laporan kepada rakyat Iran" atas tindakan berani para pelautnya.

"Target-target kunci termasuk menara kontrol dan hanggar pesawat di pangkalan-pangkalan tersebut telah kami hanguskan," ucap Tangsiri.

Tak hanya melakukan serangan udara, militer Iran juga mempertegas dominasi mereka di jalur laut strategis.

IRGC menyatakan Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh dan pengawasan ketat mereka.

Iran juga mengeluarkan ancaman keras bagi kapal tanker maupun kapal komersial yang berafiliasi dengan AS dan sekutunya.

Mereka melarang keras segala bentuk aktivitas transit di wilayah tersebut dan mengancam akan menjadikan kapal mana pun yang melanggar sebagai target militer berikutnya.

(Tribunnews.com/Wartakota)

Posting Komentar untuk "Perang Iran vs Amerika, isu PM Israel Netanyahu meninggal disorot efek video viral keanehan jari"