Mengenal rangka eSAF pada Honda BeAT: teknologi canggih yang bikin motor lebih ringan, stabil dan efisien
SUARA FLORES – Honda BeAT menjadi salah satu motor matic terlaris di Indonesia yang menggunakan rangka eSAF (Enhance Smart Architecture Frame) teknologi inovatif yang mulai diterapkan pada berbagai lini motor Honda generasi terbaru. Rangka eSAF menjadi salah satu pilar utama yang membuat Honda BeAT 2026 dikenal memiliki performa handal, bobot ringan, dan kenyamanan berkendara yang optimal, menjadikannya skutik Honda pilihan utama masyarakat.
Rangka eSAF Honda BeAT dirancang secara cermat menggunakan struktur baja berkualitas tinggi dengan desain yang lebih efisien dibanding rangka motor konvensional. Konsep desainnya fokus pada pengoptimalan bentuk dan posisi komponen rangka, sehingga mampu mengurangi bobot tanpa mengorbankan kekuatan struktural rangka. Material baja yang digunakan juga memiliki kekakuan yang baik, menjadikan rangka eSAF lebih tangguh terhadap berbagai beban dan guncangan jalanan, sesuai dengan kondisi jalanan Indonesia.
Salah satu keunggulan utama rangka eSAF pada Honda BeAT adalah kemampuannya membuat bobot motor Honda BeAT menjadi lebih ringan. Pada Honda BeAT CBS, Honda BeAT Deluxe, dan Honda BeAT Street, bobot kendaraan berada di kisaran 87 kg hingga 89 kg tergantung varian jauh lebih ringan dibandingkan beberapa kompetitor motor matic 110cc di kelas yang sama. Bobot motor ringan tidak hanya membuat motor matic Honda lebih mudah dikendalikan oleh berbagai kalangan pengguna, termasuk pengendara pemula dan wanita, tetapi juga membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar Honda BeAT karena mesin tidak perlu bekerja terlalu berat untuk menggerakkan kendaraan.
Penggunaan rangka eSAF juga secara signifikan meningkatkan stabilitas Honda BeAT saat berkendara. Desain struktur yang lebih kompak dan pusat gravitasi rendah motor membuat Honda BeAT lebih stabil saat melaju dengan kecepatan tinggi, melakukan manuver cepat di jalanan perkotaan, atau berkendara di jalan bergelombang maupun jalan menanjak. Selain itu, distribusi bobot merata dari rangka ini juga membuat konsumsi BBM Honda BeAT lebih efisien, mendukung performa teknologi eSP (enhanced Smart Power) yang digunakan pada mesin Honda BeAT 109,5 cc.
Proses produksi rangka eSAF menggunakan metode yang lebih modern dan presisi, yaitu teknik press frame atau pres bingkai. Teknik ini memungkinkan pembuatan rangka dengan bentuk yang lebih akurat dan sambungan yang lebih kuat dibanding proses las konvensional. Selain itu, proses produksi ini juga lebih efisien dan ramah lingkungan karena mengurangi limbah material dan energi yang digunakan selama pembuatan, sesuai dengan standar produksi Honda global.
Honda secara resmi menyebutkan bahwa rangka eSAF memiliki kekuatan struktural yang sangat baik, mampu menahan berbagai jenis beban mulai dari muatan pengendara dan penumpang hingga guncangan dari jalan tidak rata. Struktur rangka juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan berkendara Honda BeAT dengan cara menyerap dan mendistribusikan getaran mesin secara optimal, sehingga mengurangi getaran yang sampai ke tubuh pengendara, bahkan saat berkendara dalam jarak jauh.
Mesin Honda BeAT 109,5 cc yang bekerja sama dengan rangka eSAF adalah mesin 4 langkah SOHC dengan teknologi eSP yang dirancang efisien dan responsif. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum Honda BeAT sekitar 9 PS pada 7.500 rpm dan torsi maksimum Honda BeAT sekitar 9,2 Nm pada 5.500 rpm performa yang sangat sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian masyarakat Indonesia. Kombinasi antara mesin eSP dan rangka eSAF membuat Honda BeAT mampu mencapai konsumsi bahan bakar hingga 60 km per liter.
Kombinasi rangka eSAF Honda BeAT dengan sistem suspensi Honda BeAT yang tepat membuat motor semakin nyaman untuk dikendarai. Suspensi teleskopik depan mampu menyerap guncangan dengan baik, sementara suspensi belakang tunggal dengan lengan ayun memberikan dukungan stabil sesuai dengan kondisi jalanan. Rangka eSAF berperan penting dalam menopang sistem suspensi agar bekerja secara optimal, menjaga kestabilan kendaraan di berbagai permukaan jalan.
Pada bagian sistem pengereman Honda BeAT, motor menggunakan rem cakram hidrolik depan yang memberikan daya cengkeram responsif, dan rem tromol belakang yang pada sebagian besar varian dilengkapi dengan teknologi Combi Brake System (CBS). Rangka eSAF berperan penting dalam mendistribusikan gaya pengereman secara merata ke seluruh struktur kendaraan, sehingga meningkatkan keamanan berkendara dan stabilitas saat mengerem, terutama di jalan licin atau kondisi darurat.
Dimensi Honda BeAT yang cukup kompak dengan panjang sekitar 1.877 mm, lebar 666 mm, dan tinggi 1.066 mm juga didukung oleh rangka eSAF yang memungkinkan tata letak komponen lebih optimal. Tinggi jok Honda BeAT sekitar 740 mm membuatnya mudah dijangkau oleh sebagian besar orang Indonesia, sementara bobot motor sekitar 89 kilogram menjadikannya sangat mudah untuk dimanuver dan diparkir di tempat parkir sempit.
Rangka eSAF bukan hanya sekadar struktur penyangga, melainkan menjadi salah satu teknologi penting pada motor Honda yang memberikan kontribusi besar pada performa, efisiensi, dan keamanan kendaraan. Teknologi ini juga telah diadopsi pada beberapa model motor Honda lainnya seperti Honda Vario dan Honda Scoopy, menunjukkan komitmen PT Astra Honda Motor dalam terus mengembangkan inovasi untuk kenyamanan dan kepuasan pengguna di Indonesia, termasuk di wilayah NTT, Kupang, Surabaya, Jawa Timur, dan seluruh penjuru negara.***
Posting Komentar untuk "Mengenal rangka eSAF pada Honda BeAT: teknologi canggih yang bikin motor lebih ringan, stabil dan efisien"