Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosok Maria Agustina,Mahasiswi Unmed Anak Anggota DPRD Tebingtinggi Tewas di Indekos,HP Pecah Dua

Ringkasan Berita:
  • Maria Agustina br Naibaho merupakan anak dari tokoh penting di Tebingtinggi
  • Maria sendiri disebut-sebut sebagai mahasiswi Semester VIII di Universitas Negeri Medan
  • Ayah Agustina adalah Mangatur Naibaho, Anggota DPRD Tebingtinggi Periode 2024-2029 dan juga Bendahara DPC PDI-Perjuangan Kota Tebingtinggi
 

GOHANS MIND Seorang mahasiswi tewas di sebuah indekos di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan pada Kamis (12/3/2026).

Diketahui sosok mahasiswi tersebut bernama Maria Agustina br Naibaho.

Setelah dilakukan penelusuran Maria Agustina br Naibaho merupakan anak dari tokoh penting di Tebingtinggi. 

Ayah Agustina adalah Mangatur Naibaho, Anggota DPRD Tebingtinggi Periode 2024-2029 dan juga Bendahara DPC PDI-Perjuangan Kota Tebingtinggi. 

Saat dikonfirmasi oleh reporter Tribun-Medan.com pada Jumat (13/3/2026) siang, Mangatur Naibaho membenarkan yang bersangkutan adalah putrinya. 

“Iya, benar, bang (putri) saya,” singkat Mangatur.

Maria sendiri disebut-sebut sebagai mahasiswi Semester VIII di Universitas Negeri Medan (Unmed). 

Ia tinggal di Indekos milik keluarga Sinaga. 

Informasi teranyar, Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan menyebut bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga menceritakan keluhan mengalami sakit. 

Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan mengenai kondisi fisik korban di bagian perut membesar dan kepala serta kedua tangan mulai membiru bahwa jenazah korban hampir kurang lebih 4 hari di dalam kamar.

Berdasarkan pengakuan dari orang tua korban, Maria Agustina Naibaho mengalami gejala sakit demam dan selanjutnya tidak ada lagi kabar dan meninggal dunia.

Hingga kini, orang tua korban sudah berada di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Diperkirakan Meninggal 4 Hari

Malam yang seharusnya tenang dan sunyi malah digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan yang diketahui bernama Maria Agustina Naibaho (22).

Maria diperkirakan sudah meninggal selama 4 hari di dalam kamar kost.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun yang mendatangi kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB.

Karena tidak adanya sahutan dari dalam kamar dan pintu dalam keadaan terkunci, Sanggam kemudian menyuruh kedua temannya untuk mendobrak pintu kamar korban.

Saat pintu terbuka, Sanggam menemukan korban sudah meninggal dunia dan tercium bau busuk dari kamar korban.

Kemudian Sanggam dan temannya kemudian memanggil Ibu Kost dan melaporkan kepada Pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung.

Mendapatkan informasi, petugas Polsek Medan mengerahkan Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang dan Pawas Polsek Medan Tembung Aiptu Rahmad Sadikin serta Tim INAFIS Polrestabes Medan ke TKP. 

Kemudian, Tim INAFIS Polrestabes Medan membawa jenazah Maria ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan membenarkan adanya mayat seorang wanita di Jalan Rela,Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung.

Ia mengatakan bahwasa hari ini jenazah Maria Agustina Naibaho akan dilakukan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Medan.

"Hari ini diautopsi jenazahnya, kita belum tau, perkiraan kami korban ada riwayat sakit, pukul 10.00 WIB akan dilakukan autopsi," ucap Kompol Ras Maju Tarigan saa di dikonfirmasi Tribun Medan via WhatsApp, Jum'at (13/3/2026).

Kompol Ras Maju Tarigan mengatakan di jenazah korban tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Diketahui pada Selasa (10/3/2026), korban terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya yang berada di kampung dan mengatakan ia sedang sakit.

"Jadi korban itu masih ngomong sama mamanya dibilang demam," lanjutnya.

Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan mengenai kondisi fisik korban di bagian perut membesar dan kepala serta kedua tangan mulai membiru bahwa jenazah korban hampir kurang lebih 4 hari di dalam kamar.

Berdasarkan pengakuan dari orangtua korban, Maria Agustina Naibaho terakhir kali mengabarkan sedang demam dan selanjutnya tidak ada lagi kabar dan akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Kini, orangtua korban sudah berada di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Awal penemuan Korban

Teka-teki penemuan jasad wanita di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Kamis malam (12/3/2026) mulai menemui titik terang.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Medan di tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui berinisial MA boru (br) Naibaho, yang disebut-sebut merupakan mahasiswi semester 8 di Universitas Negeri Medan (Unimed).

Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga yang mencium aroma tidak sedap dari kamar kos milik keluarga Sinaga tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian mahasiswi yang tengah menempuh tingkat akhir tersebut.

Ditemukan Tubuh Membiru

Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan rasa terkejutnya saat pertama kali melihat kondisi jenazah di dalam kamar.

Kondisi fisik korban menunjukkan tanda-tanda kematian yang sudah berlangsung selama beberapa hari.

Warga melihat adanya perubahan fisik yang drastis pada tubuh korban sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas.

Bau menyengat yang sempat dikira bangkai hewan ternyata berasal dari jasad MA br Naibaho yang sudah membiru.

“Perutnya terlihat membesar, lebih besar dari payudaranya, dan kulitnya sudah membiru,” ujar Anita, warga sekitar kepada Tribun-Medan.com di lokasi.

Berdasarkan keterangan para tetangga di sekitaran indekos tersebut, MA br Naibaho dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup selama tinggal di kos tersebut.

Aktivitasnya jarang terpantau oleh warga karena lingkungan kos yang dilengkapi dengan pagar besi tinggi.

Teman-teman satu kosnya pun menyebutkan bahwa korban lebih sering menghabiskan waktu di dalam area kos daripada bersosialisasi di luar.

Ketidakhadiran korban selama beberapa hari tidak disadari warga karena kebiasaannya yang memang jarang keluar kamar.

“Orangnya jarang bergaul. Biasanya cuma lewat saja, langsung masuk ke kosan,” kata Selly, warga lainnya.

Keluarga Bikin Laporan ke Polisi

Hingga saat ini, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti apakah korban meninggal dunia akibat sakit, atau akibat kekerasan.

Menurut salah satu anggota keluarganya yang enggan disebut namanya, ketika ditemui di RS Bhayangkara TK II Medan, pada tubuh Maria terdapat luka memar. 

Beberapa di antaranya ada di bawah ketiak kiri, lutut, hingga bagian organ vitalnya berdarah.

Kemudian, yang membuat semakin janggal ialah, handphone Maria disebut rusak terbelah di dalam kamar kos. 

Hal ini diungkapkan berdasarkan keterangan abang kandung Maria yang juga sebagai pelapor ke Polisi.

"Memar di bawah ketiak, memar lutut dan kelamin berdarah. Bercak darah di kamar mandi, dan handphone terbelah,"kata pihak keluarga, Jumat (13/3/2026).

Ayah korban, Mangatur Naibaho, juga membenarkan kalau pihaknya telah membuat laporan ke Polisi.

Laporan dilayangkan untuk mengungkap penyebab pasti kematian putrinya. 

"Itu yang belum tahu saya (penyebab kematiannya). Lagi kita buat laporan Polisi. Namanya meninggal di tempat kos, sedikit banyaknya (curiga) pengen tahu penyebabnya,"ujar Mangatur Naibaho.

Mangatur menjelaskan, 2 hari sebelum ditemukan tewas, anaknya sempat berkirim pesan ke ibunya. Dalam pesannya, ia mengatakan sedang sakit kepala hingga suaranya menghilang.

Namun demikian, Mangatur tidak menjelaskan secara rinci pesan singkat itu dikirim Maria atau siapa, karena tak mengangkat telepon ibunya atau memang menyampaikan dirinya sedang sakit. Sebab menurutnya, anak bungsunya itu tidak memiliki riwayat sakit.

"Belakangan tidak ada yang ganjil maupun mencurigakan. Tetapi, kata mamaknya hari Selasa, melalui WhatsApp dia ngeluh sakit kepala dan suaranya hilang,"kata Mangatur, Jumat (13/3/2026).

Maria Agustina Naibaho merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara.

Mangatur Naibaho mengaku syok mendengar kabar kematian putrinya. Ia mendapat informasi anaknya meninggal dunia ketika di dalam bus dari Pekanbaru hendak pulang, Kamis (12/3/2026) malam, sekira pukul 20:00 WIB.

Tiba-tiba, handphonenya berdering mendapat telepon dari rekannya. Di sinilah ia mendapat informasi kalau Maria Agustina sudah meninggal dunia, di dalam kamar indekosnya.

"Saya tahunya tadi malam, ketika dalam perjalanan di Pekanbaru sekitar pukul 20:00 WIB. Sahabat menghubungi saya,"kata Mangatur Naibaho, Jumat (13/3/2025) di RS Bhayangkara TK II Medan.

"Keluarga gak hubungi saya karena saya dalam perjalanan," jelasnya kemudian.

(Tribun-medan.com/Alija Magribi) (GOHANS MIND)

Posting Komentar untuk "Sosok Maria Agustina,Mahasiswi Unmed Anak Anggota DPRD Tebingtinggi Tewas di Indekos,HP Pecah Dua"