Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Respon Gibran saat Rismon Sianipar bawa bingkisan ke Istana Wapres, sehari usai minta maaf ke Jokowi

Respon Gibran saat Rismon Sianipar bawa bingkisan ke Istana Wapres, sehari usai minta maaf ke Jokowi
Ringkasan Berita:
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan respon hangat saat Rismon Sianipar datang ke Istana Wapres membawa bingkisan. 
  • Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Rismon meminta maaf langsung kepada Jokowi di Solo. 
  • Gibran merangkul Rismon dan menegaskan hubungan persaudaraan tanpa ada ketegangan. 
  • Ia bahkan memberikan hampers Lebaran sebagai tanda kebersamaan.
 

GOHANS MIND - Rismon Sianipar kembali menjadi sorotan usai membawa bingkisan ke Istana Wakil Presiden pada Jumat pagi.

Kehadirannya sehari setelah meminta maaf kepada Jokowi disambut hangat oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Gibran merangkul Rismon dan menegaskan tidak ada lagi persoalan di antara keduanya.

Ia juga memberikan hampers Lebaran sebagai simbol persaudaraan.

Sebelumnya diberitakan, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar, mengajukan permohonan Restorative Justice (RJ) kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Pada Kamis (12/3/2026), ahli digital forensik itu mendatangi kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Rismon Sianipar datang bersama pengacaranya, Jahmada Girsang, sebagai bagian dari proses penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice.

Dalam kesempatan itu, Rismon menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Jokowi.

“Ya tentu. Saya pun minta maaf kepada publik apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi,” ungkap Rismon, Kamis, dilansir TribunSolo.com.

Setelah memintaa maaf kepada Jokowi, peneliti forensik Rismon Sianipar kemudian bertemu dengan Gibran Rakabuming di Istana Wakil Presiden RI.

Gibran Sambut Rismon Sianipar

Rismon Sianipar bertandang ke Istana Wakil Presiden pada Jumat (13/3/2026) pagi.

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi ini tiba di Kompleks Istana Wapres sekitar pukul 09.57 WIB.

Mengenakan kemeja dan celana biru tua, Rismon terlihat langsung berjalan masuk ke Kantor Wapres.

Saat bertemu, Gibran merangkul Rismon yang mengunjunginya di Istana Wakil Presiden.

"Pokoknya kita ini saudaraan, sudah enggak ada apa-apa lagi," ucap Gibran sambil merangkul Rismon, seperti diberitakan Kompas.com.

Gibran lalu memberi gestur kepada stafnya untuk mengeluarkan hampers atau bingkisan Lebaran dan memberikannya kepada Rismon.

"Katanya mau pulang kampung," kata Gibran kepada Rismon sambil memberikan hampers tersebut.

Bingkisan tersebut langsung diterima Rismon dengan penuh rasa terima kasih.

Pada Kamis (12/3/2026), Gibran juga telah merespons permintaan maaf Rismon Sianipar terkait ijazah Jokowi.

Gibran mengatakan bulan Ramadan adalah bulan yang baik untuk bisa saling memaafkan.

"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Kamis.

Wapres Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi. 

Ia juga menghormati Rismon yang  bersedia meninjau kembali pernyataan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi tersebut yang sempat disampaikan kepada publik. 

Langkah tersebut, kata Gibran, menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

PSI Persilakan Rismon Ajukan Restorative Justice

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menyambut baik pengakuan Rismon Sianipar bahwa tuduhannya tentang ijazah Jokowi keliru total.

Menurutnya, pengakuan Rismon terhadap keaslian ijazah Jokowi membuktikan kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

“Kami menyambut baik pengakuan Rismon Sianipar bahwa tuduhannya bahwa ijazah Pak Jokowi palsu adalah tuduhan yang keliru total. Kebenaran akan menemukan jalan,” kata Raja Juli dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026), dikutip dari Kompas.com.

Raja Juli pun mempersilakan Rismon yang ingin mengajukan Restorative Justice dalam kasus ijazah Jokowi.

Namun, ia menekankan bahwa aparat yang akan mengambil sikap terhadap upaya Restorative Justice tersebut.

Permintaan Maaf Rismon Sianipar

Rismon Sianipar telah memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Jokowi dan keluarganya terkait temuan yang sebelumnya ia sampaikan dalam buku Jokowi's White Paper.

Dalam klarifikasinya secara terbuka, Rismon menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kompilasi dari beberapa penulis, yakni dirinya, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.

Ia mengatakan dari lebih 700 halaman dalam buku tersebut, sekitar 400 halaman merupakan bagian yang ia tulis sendiri.

"Seperti yang kalian ketahui, bahwa RRT, Roy, Rismond, dan TIPA itu menuliskan buku Jokowi's White Paper di mana 400 halaman lebih saya tuliskan dari 700 halaman di buku tersebut," kata Rismon, seperti dikutip dari YouTube Balige Academy yang tayang pada Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan bahwa setiap penulis melakukan penelitian secara independen tanpa saling bergantung satu sama lain.

"Masing-masing tidak ada ketergantungan. Masing-masing melakukan penelitiannya secara independen," ujarnya.

Namun, dalam proses penelitian tersebut, Rismon mengakui terdapat kekeliruan yang dipicu oleh keterbatasan data yang digunakan dalam analisisnya.

"Karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap, akibat rotasi atau translasi maupun resolusi pada data yang saya uji," jelasnya.

Rismon Ajukan Restorative Justice

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan Rismon bersama kuasa hukumnya mendatangi penyidik untuk menanyakan perkembangan permohonan Restorative Justice.

Ia mengatakan, permohonan fasilitasi Restorative Justice telah diajukan oleh Rismon kepada penyidik sekitar satu pekan lalu.

Penyidik, kata Iman, telah menerima permohonan tersebut dan bertindak sebagai fasilitator dalam proses penyelesaiannya.

"Hari ini RHS bersama pengacaranya datang ke kami mempertanyakan perkembangan surat yang diajukan oleh yang bersangkutan dengan kesadarannya," ucap Kombes Iman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

Dalam kasus ijazah Jokowi, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait tudingan ijazah palsu itu.

Para tersangka dibagi dalam dua klaster.

Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.

Sementara klaster kedua terdiri dari tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma yang juga dikenal sebagai dr Tifa.

Dalam perkembangan terbaru, status tersangka terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah dicabut setelah keduanya lebih dulu mengajukan penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice.

(GOHANS MIND/TRIBUNNEWS.COM)

Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> News.google.com

Posting Komentar untuk "Respon Gibran saat Rismon Sianipar bawa bingkisan ke Istana Wapres, sehari usai minta maaf ke Jokowi"