Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kondisi Andrie Yunus Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakpus,Kulit andamp Baju Melepuh,Operasi Mata

Kondisi Andrie Yunus Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakpus,Kulit andamp Baju Melepuh,Operasi Mata
Ringkasan Berita:
  • Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
  • Kondisi Andrie saat ini sudah menjalani operasi di RSCM yang ditangani oleh 22 dokter, harus  menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion untuk memperbaiki jaringan mata yang rusak.
  • Komnas HAM mendorong pemulihan bagi korban, baik secara fisik maupun psikis.

GOHANS MINDAndrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengalami luka bakar 24 persen akibat penyiraman air keras.

Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Salemba I, Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Selain tubuhnya, baju dan speedometer motor Andrie pun melepuh.

Hal itu dicurigai karena air keras yang mengenai tubuh Andrie mengandung suatu kandungan asam.

"Jadi dicurigai ini adalah asam yang memang melepuh. Jadi bajunya itu seperti baju langsung dibakar. Bahkan speedometer motornya pun melepuh," kata Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, dalam jumpa pers, Jumat (13/3/2026), dilansir dari Tribunnews.com.

Isnur juga menekankan ihwal tak bisa dibayangkan bagaimana kulit Andrie yang terdampak siraman air keras, mengingat baju dan speedometer pun melepuh.

"Jadi enggak terbayang korosinya kepada kulit, kepada badan Andrie," tuturnya.

Kondisi Andrie saat ini sudah menjalani operasi di RSCM yang ditangani oleh 22 dokter.

Isnur berharap negara dapat bertanggung jawab penuh terhadap proses pengobatan Andrie.

"Negara harus menjaga, bertanggung jawab atas petugas kemanusiaan yang sedang berjuang," kata dia.

"Andrie ini pejuang kemanusiaan, pejuang konstitusi. Maka negara bertanggung jawab gitu, terhadap aspek-aspek di mana mereka gagal melindunginya," pungkas Isnur.

Sementara itu, Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut ada enam dokter spesialis yang menangani Andrie Yunus, yakni dokter mata, dokter saraf, dokter THT, dokter kulit, dokter organ dalam (pernapasan), serta dokter forensik.

Luka bakar itu mengharuskan Andrie Yunus menjalani operasi pada Jumat (13/3/2026).

Andrie menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion untuk memperbaiki jaringan mata yang rusak.

"(Para dokter) sebenarnya mencoba untuk melihat bagaimana efek dari korosi zat asam (dari air keras). Tapi secara garis besar diagnosis primernya, seperti yang tadi disampaikan, ada 24 persen luka bakar di bagian kanan tubuh Andrie," papar Dimas.

Dimas menyebut luka bakar terdapat dari kepala sampai bagian badan.

"Lalu yang paling memprihatinkan tentu bagian matanya," lanjutnya.

Komnas HAM Nilai Penyerangan terhadap Pembela HAM

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menilai serangan terhadap Andrie Yunus tak terlepas dari aktivitasnya sebagai penggiat hak asasi manusia.

Sebagaimana diketahui, Andrie Yunus merupakan anggota KontraS dan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).

"Yang aktif bersikap kritis dalam melakukan kerja-kerja pembelaan hak asasi manusia, menjadikan serangan yang ia terima patut diduga kuat merupakan bagian dari serangan yang ditujukan terhadap pembela hak asasi manusia," ucapnya dikutip dari Kompas TV, Sabtu (14/3/2026).

Anis menilai penyerangan ini melanggar hak atas rasa aman yang dijamin dalam Pasal 28G UUD RI 1945 serta Pasal 28–35 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Komnas HAM pun mendesak kepolisian untuk menangani perkara itu secara independen, cepat, transparan, dan akuntabel.

Mereka juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan akses perlindungan kepada korban dan pihak yang berkaitan dengan serangan tersebut jika dibutuhkan.

Selain itu, Komnas HAM juga mendorong pemulihan bagi korban, baik secara fisik maupun psikis.

Kronologi

Sebagaimana diketahui, Andrie Yunus merupakan anggota KontraS dan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).

Peristiwa itu terjadi setelah Andrie menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang membahas topik "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia".

Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026), dilansir dari Tribunnews.com.

Dari informasi awal yang diterima Dimas, Andrie Yunus awalnya tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.

Kemudian, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah di Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.

"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor; masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ucapnya.

Dia menyampaikan ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama, yakni mengenakan kaus berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jins, dan helm berwarna hitam.

Pelaku kedua, yakni penumpang belakang, menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buff' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jins.

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas, baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM," ucapnya.

Dimas mengatakan usai insiden itu, Andrie Yunus pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat peristiwa tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar 24 persen.

"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan kejadian tersebut masuk ke wilayah hukum Polsek Senen.

"Waktu kejadian sudah dicek TKP," ujar Erlyn saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.

Sempat Teriak Minta Tolong

Buyung (32), salah satu saksi mata, menceritakan penyiraman terhadap Andrie terjadi menjelang tengah malam.

Saat itu, Buyung sedang bermain gitar bersama rekannya di ujung Jembatan Talang. "Tiba-tiba terdengar 'Tolong! Tolong!', suaranya kencang tuh 'Tolong, tolong!'. Terus saya taruh gitar, saya ke asal suara," ujar Buyung kepada Kompas.com saat ditemui di Jembatan Talang, Jumat (13/3/2026) malam.

"Saya lihat motor sudah tergeletak, korbannya sudah kepanasan gitu. Bajunya juga sudah sobek, disobek sendiri sama dia karena kena air keras ya," jelasnya.

Saat itu Buyung melihat belasan warga telah mengerumuni korban. Warga kemudian menanyakan apa yang terjadi kepada Andrie yang saat itu meringis kesakitan.

"Ditanya 'Kenapa nih, kenapa?', 'Saya disiram air keras', 'Kenapa, gimana?'. Dijawab, enggak tahu tuh sama orang enggak dikenal," tutur Buyung.

Saat itu, warga juga sempat menanyakan identitas Andrie Yunus.

Andrie pun menyebut dirinya merupakan aktivis KontraS. Buyung melihat bagian kulit dada, tangan, dan mata Andrie melepuh kemerahan setelah terkena siraman air keras.

Warga sempat memberikan air minum kepada Andrie. Setelah itu, Andrie menghampiri sepeda motornya yang tergeletak dan langsung memacu kendaraan menuju mess KontraS yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Warga sempat menawarkan untuk mengantar Andrie ke mess tersebut, tetapi yang bersangkutan menolak.

"Sudah mau diantarkan tapi dianya enggak mau. Dia merasa masih sanggup naik motor gitu," tutur Buyung.

Baca berita GOHANS MINDlainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp GOHANS MIND

Posting Komentar untuk "Kondisi Andrie Yunus Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakpus,Kulit andamp Baju Melepuh,Operasi Mata"