Awalnya paling depan tuduh ijazah Jokowi palsu, Rismon Sianipar kini minta ampun agar tak tersangka
Ringkasan Berita:
- Rismon Sianipar menyampaikan permintaan maaf setelah mengajukan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice terkait kasus tudingan ijazah palsu terhadap Joko Widodo.
- Dalam waktu dua hari, Rismon bolak-balik Jakarta–Solo untuk bertemu langsung dengan Jokowi serta Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk minta maaf.
- Rismon sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.
GOHANS MIND - Rismon Sianipar diketahui merupakan tersangka kasus tudingan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, palsu.
Setelah jadi tersangka, Rismon Sianipar akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah mengajukan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
Permintaan maaf itu disampaikan Rismon setelah menjalani perjalanan bolak-balik dari Jakarta ke Solo, Jawa Tengah, dalam waktu dua hari.
Dalam kurun waktu tersebut, Rismon diketahui berangkat menuju Solo untuk bertemu langsung dengan Jokowi.
Setelah itu, ia kembali lagi ke Jakarta guna menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Langkah tersebut dilakukan Rismon sebagai bentuk itikad baik sekaligus bagian dari upaya penyelesaian perkara yang menjeratnya melalui jalur keadilan restoratif (restorative justice).
Melalui pertemuan tersebut, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pihak yang merasa dirugikan atas polemik yang terjadi.
Sebagaimana diketahui, Rismon sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi.
Ia dijerat dengan Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait dugaan tindakan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.
Kasus ini sempat menjadi sorotan publik karena menyangkut tudingan terhadap ijazah milik mantan Presiden RI tersebut.
Namun kini, Rismon berupaya menempuh jalur damai melalui mekanisme restorative justice dengan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Ke rumah Jokowi di Solo
Peneliti forensik digital tersebut menyambangi kediaman Jokowi di Solo pada Kamis (12/3/2026) sore.
Saat tiba, Rismon langsung masuk ke rumah Jokowi untuk mengklarifikasi hasil penelitiannya terkait buku berjudul Jokowi’s White Paper sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
"Ya, kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya. Dan saya menerima permohonan maaf Pak Rismon," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).
Terkait pengajuan restorative justice yang diinginkan pihak Rismon, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukumnya.
Ia menilai keputusan akhir mengenai penghentian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif merupakan kewenangan penyidik kepolisian.
Ke Istana Wapres Gibran
Keesokan harinya, Jumat (13/3/2026) pagi, Rismon mendatangi Istana Wakil Presiden untuk menemui Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, yang juga merupakan putra Jokowi.
Dari pantauan Kompas.com di lokasi, pertemuan keduanya berlangsung secara tertutup selama sekitar 50 menit, sejak pukul 09.57 WIB hingga 10.50 WIB.
Setelah pertemuan, Gibran mengantar Rismon keluar dari pintu Kantor Wapres sambil berbincang singkat.
Pada momen tersebut, Rismon menyalami tangan Gibran sambil membungkukkan badan.
Suasana antara keduanya tampak akrab dan hangat. Bahkan, Gibran turut merangkul Rismon.
"Pokoknya kita ini saudaraan, sudah enggak ada apa-apa lagi," ucap Gibran sambil merangkul Rismon.
Selanjutnya, Gibran memberi isyarat kepada stafnya untuk mengeluarkan hampers atau bingkisan Lebaran dan memberikannya kepada Rismon.
"Katanya mau pulang kampung," kata Gibran kepada Rismon sambil memberikan hampers tersebut.
Rismon kemudian menerima bingkisan tersebut.
Rismon Bilang Ijazah Jokowi asli
Dalam pertemuan dengan Gibran, Rismon mengklarifikasi hasil temuannya terkait ijazah Jokowi.
Ia menyatakan, berdasarkan temuan terbaru, ijazah Jokowi terbukti asli.
Temuan ini sekaligus membantah hasil penelitian sebelumnya yang menyebut ijazah Jokowi palsu.
"Iya, asli. Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, truth hurts, kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan, kalau saya enggak mau mengungkapkannya," kata Rismon usai bertemu Gibran.
Menurutnya, temuan baru tersebut telah dikaji secara detail selama dua bulan.
Setelah hasil kajian tersebut selesai, ia memutuskan untuk menyampaikannya kepada publik.
Untuk membuktikan hal itu, Rismon berjanji akan menuliskan hasil temuannya dalam sebuah buku.
Ia berharap buku tersebut dapat rampung pada tahun ini.
"Saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap, Jokowi's White Paper dan Gibran's End Game," imbuh dia.
Rismon menambahkan, buku tersebut juga akan diterbitkan sebagai bentuk penebusan kesalahannya kepada keluarga Jokowi sekaligus membantah fitnah yang beredar.
"Basisnya tetap metodologi, data yang lebih lengkap, dan objektivitas. Tentu saya tidak bisa bercerita seperti ini dengan narasi kosong, saya akan buktikan dengan tulisan saya dan itu ongoing, it takes time," tuturnya.
Rismon mengaku temuan terbarunya itu membuatnya mendapat banyak hujatan, bahkan disebut sebagai pengkhianat.
Namun, ia menegaskan tidak mempermasalahkan hal tersebut karena yang terpenting baginya adalah kebenaran.
Beri pesan ke Roy Suryo Cs
Lebih lanjut, Rismon berpesan agar tersangka lainnya, termasuk Roy Suryo, tidak menyembunyikan kebenaran dari publik.
"Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan," tegas Rismon.
Di hadapan awak media, ia juga membantah tudingan Roy Suryo dan pihak lain yang menyebut ijazah Jokowi tidak memiliki tanda watermark ataupun emboss.
Bahkan, Rismon menantang Roy Suryo untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka di hadapan publik.
Ia mengaku siap mempertanggungjawabkan hasil temuan barunya yang menyatakan ijazah Jokowi asli.
Menurut Rismon, temuan tersebut diperoleh melalui metode ilmiah.
"Atau saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya bagaimana pencahayaan dengan sudut tertentu bisa menghilangkan warna tertentu yang secara kromatik atau nilai integer dekat dengan warna lain," ucapnya.
Puji Jokowi
Rismon juga memuji keluarga Jokowi yang menurutnya menanamkan nilai-nilai demokrasi.
Ia menilai, meskipun Jokowi dan keluarganya mendapat kritik, mereka tetap terbuka untuk memaafkan.
"Walaupun dikritik dengan cara keras, dikritik dengan cara bahkan tidak santun, diperolok-olok oleh saya dan lainnya, bahwa sebuah keluarga yang bagi saya menanamkan nilai-nilai demokrasi," kata Rismon.
Saat berkunjung ke rumah Jokowi, Rismon mengaku terkejut dengan sikap Jokowi yang terbuka dan bersedia memaafkannya.
Ia juga menyebut Jokowi terbuka untuk memaafkan tersangka lainnya, termasuk Roy Suryo.
(GOHANS MIND/Kompas.com)
Posting Komentar untuk "Awalnya paling depan tuduh ijazah Jokowi palsu, Rismon Sianipar kini minta ampun agar tak tersangka"