Perang Iran terus berlanjut, Presiden Prabowo mendadak panggil Luhut, apa yang dibahas?

Perang AS–Israel melawan Iran akan memasuki minggu ketiga, Jumat (13/3/2026), tanpa menunjukkan tanda-tanda segera mereda.
Sejumlah negara telah berupaya mengantisipasi dampak dari perang di kawasan Teluk tersebut.
Seperti halnya Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertindak dengan mengumumkan penutupan sekolah hingga akhir bulan serta penerapan kerja jarak jauh bagi sebagian pekerja.
Selain itu, pemerintah Pakistan juga memangkas berbagai pengeluaran negara, termasuk memotong gaji pejabat tinggi dan larangan bepergian ke luar negeri.
Langkah penghematan besar-besaran ini dilakukan mulai Senin (9/3/2026), di tengah krisis energi yang dipicu perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kebijakan Pakistan ini diambil ketika harga energi global melonjak tajam akibat konflik yang mengganggu pasokan minyak dunia.
Presiden RI Prabowo Subianto Lakukan Pertemuan dengan Luhut Pandjaitan
Di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto melakukan rapat mendadak dengan Luhut Binsar Pandjaitan, yang merupakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), pada Rabu (11/3/2026) kemarin.
Rapat yang turut dihadiri ara Anggota DEN itu membahas perkembangan ekonomi global di tengah perang Iran yang terus berlanjut.
Rapat juga dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Presiden Prabowo menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026," kata Teddy, mengutip keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Menurut Teddy, dalam pertemuan tersebut turut disampaikan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman.
Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan langkah mitigasi dampak dari harga minyak global terhadap APBN agar terkendali.
"Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,"ungkapnya.
Selain terkait stabilitas energi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Seskab Teddy menyebut bahwa salah satu fokus yang disampaikan Presiden Prabowo adalah percepatan program swasembada energi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan energi global.
"Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara," kata Teddy.
Lebih lanjut, menurut Teddy, Presiden juga meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang.
Antisipasi dan kesiapan kebijakan dinilai penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
"Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,"pungkasnya.
Luhut: Energi Nasional Masih Terjaga dengan Baik
Setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Luhut Binsar Panjaitan memastikan, gejolak di pasar energi global yang terjadi semenjak meletusnya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran tak mengganggu pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Indonesia.
Ketua DEN Ini menjelaskan, perkembangan global menunjukkan adanya sejumlah faktor yang berpotensi meredakan tekanan terhadap pasar energi, termasuk kemungkinan pelepasan cadangan minyak oleh negara-negara G7 serta proyeksi meredanya dinamika geopolitik dalam beberapa minggu ke depan.
"Kami optimistis kondisi cadangan energi nasional tetap mencukupi dan dapat dijaga dengan baik," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (13/3/2026).
Luhut menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi secara intensif untuk memastikan stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga. Bahkan, ia mengaku telah memanggil Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga dan Direktur Operasi Kilang untuk menerima penjelasan langsung soal kondisi cadangan energi nasional, serta strategi mitigasi yang telah disiapkan oleh Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan.
"Saya baru saja mendengarkan langsung penjelasan dari Pertamina Patra Niaga. Secara umum kondisi pasokan BBM nasional masih mencukupi dan tidak ada isu krisis bahan bakar kendaraan. Cadangan kita berada pada level yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan,"ungkap Luhut.
Soal cadangan LPG nasional, kata Luhut, saat ini juga tergolong mencukupi, meski menghadapi tekanan dari dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi rantai pasok energi. Namun, kata dia, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
"Pemerintah melalui Pertamina sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang konkret. Mulai dari optimalisasi produksi kilang, penyesuaian produksi energi, hingga koordinasi dengan pemasok global. Ini menunjukkan bahwa sistem energi kita cukup tangguh dalam menghadapi dinamika global,"tegasnya.
Luhut juga mengungkap, bahwa kapal MT Pertamina Pride dan MT Gamsunoro yang sebelumnya sempat terhenti di Selat Hormuz, kini berada dalam kondisi aman dan berstatus standby atau hold position, bukan dalam kondisi darurat.
Komunikasi dengan kedua kapal tersebut terus dilakukan secara berkala setiap empat jam untuk memastikan keselamatan kru serta memantau perkembangan situasi di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Luhut juga memastikan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memastikan keamanan pasokan energi menjelang periode mudik Lebaran dengan pemantauan distribusi secara lebih intensif di berbagai wilayah.
"Pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman menjelang mudik dan Hari Raya Idul Fitri. Kami ingin memastikan masyarakat yang akan melakukan perjalanan dan perayaan Idul Fitri dapat merasa tenang karena kebutuhan energi selama periode tersebut tetap tersedia dengan baik,"pungkas Luhut.
(*)
Posting Komentar untuk "Perang Iran terus berlanjut, Presiden Prabowo mendadak panggil Luhut, apa yang dibahas?"