Kepedihan anggota DPRD Tebing Tinggi lihat jenazah putrinya, akui anaknya sempat ngeluh sakit
Kepedihan dirasakan Anggota DPRD Tebing Tinggi periode 2024-2029, Mangatur Naibaho melihat jenazah putrinya Maria Agustina br Naibaho, pada Jumat (13/3/2026).
Maria Agustina ditemukan meninggal dunia di kamar indekos yang ada di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan pada Kamis (12/3/2026) malam.
Hasil autopsi menjelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Maria Agustina.
Berdasangkan pantauan dari TribunMedan.com, terlihat Mangatur Naibaho duduk di kursi besi, di depan kamar jenazah RS Bhayangkara TK II Medan.
Kesedihan yang dibalut tatapan kosong terpancar dari wajah Anggota DPRD Tebing Tinggi itu.
Sambil menatap peti berwarna putih berisi jenazah putrinya, Mangatur Naibaho seakan masih tidak percaya.
Tampak peti mati dengan patok salib berwarna putih bertuliskan Maria Agustina Naibaho, yang lahir 1 Agustus 2023 dan wafat 12 Maret 2026.
Karena mobil ambulans sudah siap, anggota keluarga mendatangi Mangatur mengatakan jenazah akan diberangkatkan.
Sambil terhuyung-huyung, Mangatur Naibaho dibantu beranjak dari tempat duduk dan melangkah ke arah peti.
Terlihat jelas Mangatur Naibaho kelelahan karena baru pulang dari Pekanbaru, Riau.
Mata Mangatur Naibaho berkaca-kaca, sementara pihak keluarga mencoba menguatkannya.
Sebelum diberangkatkan, Mangatur Naibaho membuka pintu kayu kecil untuk melihat wajah anaknya.
Selanjutnya, ia dan eberapa anggota keluarga berdiri di depan peti untuk mendoakan Maria Agustina.
Selesai berdoa, sejumlah orang memasukkan peti jenazah ke mobil ambulans.
Mangatur yang tak mampu berjalan dibantu masuk ke mobil, untuk ikut iring-iringan mobil jenazah.
Penjelasan Mangatur Naibaho
Ketika diwawancarai, suara Mangatur begitu lirih.
Ia mengatakan Maria Agustina Naibaho merupakan anak ketiga dari 3 bersaudara.
Dirinya mendapat informasi anaknya meninggal dunia ketika di dalam bus dari Pekanbaru hendak pulang, Kamis (12/3/2026) malam, sekira pukul 20:00 WIB.
Tiba-tiba, handphonenya berdering mendapat telepon dari rekannya.
Disinilah ia mendapat informasi kalau Maria Agustina sudah meninggal dunia di dalam kamar indekosnya.
"Saya tahunya tadi malam, ketika dalam perjalanan di Pekanbaru sekitar pukul 20:00 WIB. Sahabat menghubungi saya," kata Mangatur Naibaho, Jumat (13/3/2025) di RS Bhayangkara TK II Medan.
"Keluarga gak hubungi saya karena saya dalam perjalanan,"sambungnya.
Mengatur menceritakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, pada Selasa 10 Maret kemarin, Maria menghubungi istrinya.
Maria mengirim pesan kalau dirinya sedang sakit kepala dan suaranya hilang.
Menurutnya, Maria tak punya riwayat penyakit tertentu.
"Sebelumnya gak ada, tetapi kata mamaknya hari Selasa 10 Maret, melalui WhatsApp dia ngeluh sakit kepala dan suaranya hilang."
Sebelumnya, penghuni indekos dan warga sekitar Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan pada Kamis (12/3/2026) malam akhirnya mendadak heboh.
Salah satu penghuni indekos ditemukan meninggal dunia, dan mulai mengeluarkan bau tak sedap.
Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun yang mendatangi kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB.
Karena tidak adanya sahutan dari dalam kamar dan pintu dalam keadaan terkunci, Sanggam kemudian menyuruh kedua temannya untuk mendobrak pintu kamar korban.
Saat pintu terbuka, Sanggam menemukan korban sudah meninggal dunia dan tercium bau busuk dari kamar korban.
Kemudian Sanggam dan temannya kemudian memanggil Ibu Kost dan melaporkan kepada Pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung.
Menurut Kompol Ras Maju Tarigan, di jenazah korban tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Jadi korban itu masih ngomong sama mamanya dibilang demam,"katanya.
Pemilik Kos Ungkap Korban Ngekos sejak Awal Masuk Kuliah
Warga yang tinggal di Jala Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan dikagetkan dengan adanya sesosok jenazah yang ditemukan meninggal di sebuah kamar indekos, Kamis (12/3/2026) malam tadi.
Belakangan, diketahui almarhum merupakan Maria Agustina br Naibaho, seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed).
Saat dipantau langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), tampak kos tempat tinggal Maria berada di bagian belakang komplek salah satu indekos di Jalan Rela. Saat ini, terlihat kamar kos tempat ditemukannya Maria sudah dipasangi garis polisi (police line).
Berdasarkan keterangan pemilik kos Br Simangunsong, membenarkan jika almarhum Maria merupakan salah satu penghuni di kos miliknya.
Dirinya mengaku, Maria sendiri sudah empat tahun terakhir tinggal di kos tersebut yang artinya Maria sudah sejak awal masuk kuliah sudah tinggal di sana.
"Sudah empat tahun dia tinggal di sini, kayanya dari mulai masuk kuliah itu lah," ujar Simangunsong, saat ditemui di kos miliknya, Jumat (13/3/2026).
Selama korban tinggal di sana, dirinya mengaku jika mengenal sosok Maria seperti mahasiswa lainnya. Ia mengaku, komunikasi ia dengan salah satu anak kosnya itu juga hanya sekedar saat berpapasan saja.
"Kalau jumpa saja lah teguran, nanya seperti biasa saja. Tapi memang dia (Maria) agak tertutup orangnya," ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga mendapatkan informasi dari rekan sesama penghuni kos lainnya Maria ternyata memang tak terlalu sering bergaul dengan sesama penghuni kos.
Terlebih, belakangan Maria yang sudah semester VIII ia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar untuk mengerjakan skripsi.
"Sempat beberapa kali saya lihat bawa berkas, mungkin sedang proses skripsi makanya makin banyak di kamar," ungkapnya.
Pascaditemukan meninggal di kamar kosnya, diketahui sejak malam tadi jenazah Maria sudah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani proses autopsi.
Dikabarkan, keluarga Maria sudah tiba di Medan untuk selanjutnya membawa jenazah gadis malang itu ke kampungnya di Kabupaten Simalungun.
Korban Sempat Telepon Orangtua dan Ngaku Sakit
Malam yang seharusnya tenang dan sunyi malah digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan yang diketahui bernama Maria Agustina Naibaho (22).
Maria diperkirakan sudah meninggal selama 4 hari di dalam kamar kost.
Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun yang mendatangi kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB.
Karena tidak adanya sahutan dari dalam kamar dan pintu dalam keadaan terkunci, Sanggam kemudian menyuruh kedua temannya untuk mendobrak pintu kamar korban.
Saat pintu terbuka, Sanggam menemukan korban sudah meninggal dunia dan tercium bau busuk dari kamar korban.
Kemudian Sanggam dan temannya kemudian memanggil Ibu Kost dan melaporkan kepada Pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung.
Mendapatkan informasi, petugas Polsek Medan mengerahkan Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang dan Pawas Polsek Medan Tembung Aiptu Rahmad Sadikin serta Tim INAFIS Polrestabes Medan ke TKP.
Kemudian, Tim INAFIS Polrestabes Medan membawa jenazah Maria ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan membenarkan adanya mayat seorang wanita di Jalan Rela,Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung.
Ia mengatakan bahwasa hari ini jenazah Maria Agustina Naibaho akan dilakukan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Medan.
"Hari ini diautopsi jenazahnya, kita belum tau, perkiraan kami korban ada riwayat sakit, pukul 10.00 WIB akan dilakukan autopsi," ucap Kompol Ras Maju Tarigan saa di dikonfirmasi Tribun Medan via WhatsApp, Jum'at (13/3/2026).
Kompol Ras Maju Tarigan mengatakan di jenazah korban tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Diketahui pada Selasa (10/3/2026), korban terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya yang berada di kampung dan mengatakan ia sedang sakit.
"Jadi korban itu masih ngomong sama mamanya dibilang demam," lanjutnya.
Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan mengenai kondisi fisik korban di bagian perut membesar dan kepala serta kedua tangan mulai membiru bahwa jenazah korban hampir kurang lebih 4 hari di dalam kamar.
Berdasarkan pengakuan dari orangtua korban, Maria Agustina Naibaho terakhir kali mengabarkan sedang demam dan selanjutnya tidak ada lagi kabar dan akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul "Pilu Anggota DRPD Tebingtinggi Mangatur Naibaho, Ratapi Peti Jenazah Putrinya yang Tewas di Kos"
Posting Komentar untuk "Kepedihan anggota DPRD Tebing Tinggi lihat jenazah putrinya, akui anaknya sempat ngeluh sakit"