Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

WAWANCARA KHUSUS,Dubes Kanada Jess Duton Takjub Orang Bandung Berburu Takjil

WAWANCARA KHUSUS,Dubes Kanada Jess Duton Takjub Orang Bandung Berburu Takjil
Ringkasan Berita:
  • Dubes Kanada Jess Duton, berkunjung ke Studio Tribun Jabar, Jumat (13/3/2026)
  • Duton berada di Bandung dalam rangka “Embassy Goes to Bandung" sekaligus memantau proses peningkatan gizi dan kesehatan para pelajar lewat program yang diinisiasi Nutrition International, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Ottawa, Kanada
  • Disela kegiatanyna, Jess sempat bertemu Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, para pakar di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), sejumlah pengusaha swasta

GOHANS MIND Duta besar Kanada untuk Indonesia, Jess Duton, berkunjung ke Studio Tribun Jabar, Jumat (13/3/2026) di tengah padatnya agenda kunjungan ke Bandung selama tiga hari terakhir. 

Jess Duton berada di Bandung dalam rangka “Embassy Goes to Bandung" sekaligus memantau proses peningkatan gizi dan kesehatan para pelajar lewat program yang diinisiasi Nutrition International, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Ottawa, Kanada.

Disela kegiatanyna, Jess sempat bertemu Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, para pakar di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), sejumlah pengusaha swasta.

Kemudian pada Jumat 13 Maret 2026 siang, Jess berkunjung ke Studio Tribun Jabar untuk berbincang dengan Pimpinan Redaksi Tribun Jabar, Adi Sasono.

Berikut petikan wawancaranya yang disajikan dalam bentuk dialog: 

Adi Sasono: Selamat pagi, Pak Duta Besar. Apa kabar?

Jess Dutton: Baik. Anda juga baik hari ini? Terima kasih.

Adi Sasono: Panas atau bagaimana di Bandung? Bagaimana cuacanya?

Jess Dutton: Ya, orang-orang bilang Bandung itu lebih sejuk. Dan memang masih lebih sejuk, tapi bagi orang Kanada, ini masih terasa panas.

Adi Sasono: Karena di sana membeku (dingin sekali) ya?

Jess Dutton: Yah, tidak setiap saat. Hanya saat musim dingin.

Adi Sasono: Jadi, ini hari ketiga atau keempat Anda di sini?

Jess Dutton: Ini hari ketiga saya di sini, di Bandung.

Adi Sasono: Saya pikir Anda punya banyak acara, pertemuan, seminar di Bandung. Bisa Anda ceritakan?Jess Dutton: Tentu. Jadi ini adalah bagian dari inisiatif yang kami sebut "Embassy Goes to Bandung" (Kedutaan Pergi ke Bandung). Kami mengadakan banyak program kedutaan di Bandung dalam waktu yang bersamaan. Ini seperti program penjangkauan yang besar.

Setiap bagian kedutaan melakukan pertemuan mereka sendiri, dan saya bergabung di beberapa acara. Saya telah menghadiri pertemuan dengan Wakil Gubernur, memberikan kuliah umum di UNPAR, bertemu dengan banyak pelaku bisnis, melakukan wawancara media, mengunjungi Museum Asia-Afrika, dan kami mengadakan acara Iftar (buka puasa) tadi malam untuk beberapa mitra utama kami. Saya juga mengunjungi salah satu proyek kami di sekolah yang memberikan nutrisi penting bagi anak muda dan perempuan.

Adi Sasono: Apakah ini salah satu acara terbesar sejak menjabat sebagai Duta Besar?

Jess Dutton: Benar. Sekali setahun, karena Indonesia negara yang sangat besar dan staf kedutaan kami selalu bepergian ke luar Jakarta, tapi setahun sekali, sebagai satu kedutaan utuh, kami pindah kantor sementara. Kami mengunjungi kota yang berbeda. Dua tahun lalu kami ke Surabaya, tahun lalu ke Makassar, dan tahun ini ke Bandung. Bagusnya karena Bandung dekat, kami semua naik bus (Whoosh). Itu sangat menarik.

Adi Sasono: Bagaimana pengalamannya (naik Whoosh)?

Jess Dutton: Bagus sekali. Sangat cepat dan halus. Sangat menikmatinya. Kami melaju 347 km per jam. Benar-benar menakjubkan.

Adi Sasono: Saat melawat ke Bandung, berapa banyak tempat yang Anda kunjungi?

Jess Dutton: Saya mengunjungi banyak tempat. Selain pertemuan resmi dengan pemerintah, bisnis, dan mitra pembangunan, saya juga mengunjungi museum dan beberapa toko di waktu senggang. Tiga hari ini sangat sibuk, tapi saya bersyukur bisa di sini. Negeri yang menyenangkan dan indah.

Adi Sasono: Saya ingat tadi malam, jika tidak salah, Anda terkejut melihat orang-orang turun ke jalan untuk membeli makanan (takjil).

Jess Dutton: Ya, kami mengunjungi masjid pada Rabu malam untuk festival Ramadhan. Bagi saya itu pengalaman yang sangat bermakna melihat masyarakat keluar untuk merayakan Ramadhan dan berbagi Iftar bersama. Saya berjalan melewati kedai-kedai makanan lokal yang luar biasa. Atmosfernya sangat positif. Pengalaman pribadi yang sangat berkesan bagi saya berada di masjid bersama kolega dan teman saat mereka berbuka puasa.

Adi Sasono: Ya, Ramadhan dan Idul Fitri adalah acara terbesar kami sepanjang tahun, tidak peduli apa agamanya, kami merayakannya karena ada makanan, diskon belanja, dan wisata.

Jess Dutton: Tentu saja. Ini waktu yang istimewa di Indonesia karena ini tentang komunitas, keluarga, dan berbagi kembali. Meski ada aspek belanjanya, tapi pusatnya adalah persahabatan dan keluarga. Menjadi bagian dari Iftar adalah kehormatan besar bagi saya. Dan seperti Anda katakan, ini untuk semua orang, tidak peduli apa agama Anda.

Adi Sasono: Dan minggu depan ada pergerakan terbesar: Mudik. Waktu terbaik tinggal di Jakarta karena semua orang pergi dan tidak ada macet. Apa perasaan Anda sejauh ini tentang Bandung?

Jess Dutton: Saya sangat suka arsitektur Art Deco dan museumnya. Saya pernah belajar tentang Konferensi Asia-Afrika di universitas, jadi menarik sekali bisa mengunjungi museumnya langsung. Satu hal yang saya pelajari di sini (yang tidak saya dapat di universitas) adalah bahwa Perdana Menteri Kanada saat itu, Louis Saint Laurent, adalah salah satu pemimpin Barat yang mengirim pesan selamat kepada Presiden Soekarno atas keberhasilan konferensi tersebut. Beliau memahami pentingnya apa yang ingin dicapai Indonesia bagi dunia.

Adi Sasono: Warga Jawa Barat harus berterima kasih kepada Kanada untuk hal itu. Ini detail yang saya baru tahu juga.

Jess Dutton: Terima kasih. Pemandu museum yang membagikan info itu kepada saya. Saya senang mengetahuinya.

Adi Sasono: Mengenai kerjasama pendidikan, bisa Anda jelaskan lebih lanjut?

Jess Dutton: Pendidikan sangat penting bagi kedua negara. Kami punya banyak koneksi antar universitas Kanada dan di sini. Ini penting karena penggerak hubungan adalah ikatan antarmanusia (people-to-people ties). Kami ingin mahasiswa saling berkunjung. Ada program beasiswa bernama SEED, informasinya ada secara daring. Kami ingin mahasiswa Indonesia mempertimbangkan Kanada untuk pendidikan tinggi.

Adi Sasono: Apa yang ditawarkan Kanada bagi mahasiswa?

Jess Dutton: Kanada negara yang sangat aman dan multikultural. Universitas kami termasuk yang terbaik di dunia. Kampus kami sangat beragam, dan keberadaan mahasiswa internasional memperkaya diskusi di sana.

Adi Sasono: Mungkin ini pertanyaan konyol, tapi bagi orang awam di Indonesia, kami melihat Kanada itu dingin (musim dingin). Bagaimana orang Indonesia beradaptasi di sana?

Jess Dutton: Kanada tidak membeku setiap saat! Kanada negara yang sangat besar. Di utara memang sangat dingin saat musim dingin, tapi saat musim panas tidak ada salju. Di Kanada bagian selatan tempat asal saya, musim panas bisa sangat panas, di atas 30 derajat dengan kelembapan tinggi. Kami punya empat musim dan kami merayakan semuanya. Anak saya suka bermain ski di musim dingin. Musim semi adalah waktu kelahiran kembali, musim panas sangat bagus untuk berenang, dan musim gugur sangat indah karena daun-daun berubah warna menjadi merah, oranye, dan kuning. Itu musim favorit banyak orang.

Adi Sasono: Sesuatu yang sangat kami kenal, Maple Kanada.

Jess Dutton: Ya, sirup maple. Daun maple juga ada di bendera kami.

Adi Sasono: Kembali ke pendidikan, selain belajar, apa lagi yang bisa dilakukan mahasiswa? Apakah boleh bekerja?

Jess Dutton: Dalam banyak kasus, mahasiswa bisa mengajukan izin kerja untuk mendapatkan pengalaman kerja di Kanada setelah lulus. Jika mereka memutuskan tinggal dan menjadi warga negara, mereka berkontribusi pada masyarakat kami. Jika mereka pulang, mereka menjadi "Duta Besar permanen" bagi Kanada di Indonesia karena mereka menghabiskan tahun-tahun formatif mereka di negara saya.

Adi Sasono: Saya membaca di Google, Kanada menawarkan teknologi waste-to-energy (sampah menjadi energi). Benarkah?

Jess Dutton: Ya, itu isu penting di sini, terutama di Bandung. Perusahaan Kanada sangat aktif dan punya teknologi mutakhir di bidang smart cities dan pengelolaan sampah.

Adi Sasono: Apakah Anda membicarakan ini dengan pemerintah setempat?

Jess Dutton: Ya, hal ini sempat diangkat. Kami ingin memastikan perusahaan Kanada tahu peluang yang ada. Saya sudah berbicara dengan Wali Kota dan Wakil Gubernur, Pak Erwan. Mereka berdua hadir di acara iftar kami dan menyatakan keinginan untuk meningkatkan kolaborasi dengan Kanada.

Adi Sasono: Tentang investasi, apa keinginan Kanada di Jawa Barat?

Jess Dutton: September lalu, saat Presiden Prabowo bertemu Perdana Menteri Kanada, perjanjian perdagangan CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) telah ditandatangani. Ini bersejarah dan akan diratifikasi tahun ini, yang akan membuka banyak peluang bisnis dan investasi. Di Jawa Barat, kami melihat peluang di sektor kedirgantaraan. Kemarin saya bertemu PTDI. Kami mencari peluang kolaborasi untuk komponen helikopter dan mesin pesawat.

Adi Sasono: Apa kesan Anda tentang Jawa Barat setelah kunjungan 3 hari ini?

Jess Dutton: Ini provinsi terbesar dengan 51 juta penduduk, lebih banyak dari seluruh penduduk Kanada. Jawa Barat punya peran penting dalam pembangunan Indonesia. Saya sangat mengapresiasi kehangatan dan keramahtamahan orang-orang di sini.

Adi Sasono: Pesan terakhir untuk audiens, khususnya warga Jawa Barat?

Jess Dutton: Kanada adalah mitra strategis penting bagi Indonesia dalam ketahanan pangan, energi, dan pengembangan SDM. Kita berbagi perspektif yang sama di tengah lingkungan geopolitik yang sulit ini. Kita perlu bekerja lebih erat untuk kemakmuran warga kita.

Adi Sasono: Pertanyaan terakhir. Kutipan pendek terbaik untuk Jawa Barat dalam beberapa kata?

Jess Dutton: "Canada is a partner for life" (Kanada adalah mitra seumur hidup).

Adi Sasono: Bagus sekali. Terima kasih, telah bergabung pagi ini. Semoga kedepannya ada pemahaman yang lebih baik antara kedua negara, khususnya untuk Jawa Barat.

Jess Dutton: Terima kasih banyak. Sebuah kehormatan bagi saya berada di sini. (*) 

Posting Komentar untuk "WAWANCARA KHUSUS,Dubes Kanada Jess Duton Takjub Orang Bandung Berburu Takjil"