RRG gelar diskusi interaktif dan santunan anak yatim, dorong budaya dialog sehat di tengah masyarakat
Semangat membangun ruang dialog terbuka bagi masyarakat kembali digaungkan melalui kegiatan yang digelar komunitas Ruang Rakyat Garut (RRG). RRG adalah wadah diskusi publik yang dikenal sebagai ruang bertukar gagasan, aspirasi, hingga kritik konstruktif terhadap kebijakan publik tersebut menggelar diskusi interaktif yang dihadiri ratusan warga.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 ini digelar di RM PujaSega, Jalan Otista, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme, dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam diskusi publik sekaligus mengikuti kegiatan sosial yang menjadi bagian dari agenda komunitas tersebut.
Diskusi yang mengusung tema “RRG Berbagi, RRG Diskusi, RRG Silaturahmi” ini menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan pandangan, gagasan, serta berbagai masukan terkait dinamika pembangunan daerah.
Selain menjadi ruang dialog, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga serta tokoh masyarakat.
Dialog Publik untuk Demokrasi yang Sehat
Salah satu pembicara yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Abenk Marco, yang dikenal publik melalui perannya dalam serial televisi Preman Pensiun.
Dalam kesempatan wawancara, usai acara tersebut, Abenk menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan RRG sebagai ruang dialog masyarakat yang sehat dan terbuka.
Menurutnya, forum-forum diskusi publik seperti yang digelar RRG memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat daerah.
Abenk menegaskan bahwa keberadaan komunitas ini tidak dimaksudkan untuk menjadi kelompok yang berseberangan dengan pemerintah daerah. Sebaliknya, RRG hadir sebagai wadah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara konstruktif.
“RRG bukan untuk melawan pemerintah. Ini adalah ruang dialog bagi masyarakat Garut untuk menyampaikan gagasan, masukan, bahkan kritik terhadap kebijakan publik secara sehat dan terbuka,” ungkapnya.
Aktor yang memerankan Kang Cecep di sinetron Preman Pensiun ini juga menekankan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian penting dari proses demokrasi.
Kritik yang disampaikan secara santun dan bertanggung jawab justru dapat menjadi bahan evaluasi demi memperbaiki dan menyempurnakan kebijakan yang diambil pemerintah.
“Dalam demokrasi, kritik itu bukan bentuk permusuhan. Justru itu wujud kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerahnya,” tambahnya.
Wadah Aspirasi Warga Garut
Senada dengan hal tersebut, Nara sumber dari praktisi hukum, Syam Yousef Djoyo, S. H., M. H., menegaskan bahwa RRG dibentuk sebagai ruang partisipasi publik bagi masyarakat Kabupaten Garut.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki wadah yang terbuka untuk menyampaikan pandangan serta terlibat dalam proses pembangunan daerah, baik melalui gagasan, kritik, maupun saran.
“RRG adalah tempat diskusi publik bagi warga Garut. Kita ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, memberikan masukan, bahkan mengkritisi kebijakan publik,” ujarnya.
Namun Syam Yousef menegaskan bahwa kritik yang disampaikan dalam forum seperti ini bukan berarti menunjukkan sikap anti terhadap pemerintah.
“Perlu ditegaskan, kritik bukan berarti kita anti pemerintah. Justru ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah,” katanya.
Menurutnya, melalui dialog yang sehat dan terbuka, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas secara bersama-sama sehingga menghasilkan solusi yang lebih baik.
Diskusi dan Kepedulian Sosial Berjalan Beriringan
Menariknya, kegiatan yang digelar RRG tidak hanya berfokus pada diskusi publik. Komunitas ini juga menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, panitia kegiatan memberikan santunan kepada 17 anak yatim piatu berupa paket sembako serta bantuan uang tunai.
Aksi sosial ini menjadi simbol bahwa perjuangan menyuarakan aspirasi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui diskusi dan kritik kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi RRG, kegiatan sosial seperti santunan anak yatim merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang harus selalu hadir dalam setiap aktivitas komunitas.
“Perjuangan untuk rakyat tidak cukup hanya dengan berbicara atau berdiskusi. Harus ada aksi nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ungkap Rawink Tantik menimpali. .
Dukungan Tokoh Masyarakat
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Garut yang memberikan dukungan terhadap keberadaan RRG sebagai ruang partisipasi publik. Beberapa tokoh yang turut hadir di antaranya Ganda Perman SH, H. Agus Indra, dan lain sebagainya.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan bahwa gagasan menghadirkan ruang dialog publik mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat.
Para tokoh yang hadir juga menilai bahwa forum diskusi seperti RRG memiliki peran strategis dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.
Menurut MC acara yang sekaligus moderator Joehemdi menyebutkan, dialog publik menjadi sarana penting untuk mempertemukan berbagai sudut pandang, sehingga persoalan-persoalan yang dihadapi daerah dapat dibahas secara terbuka dan mencari solusi bersama.
"Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, ruang diskusi publik dinilai semakin penting untuk menjaga komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan," ujar Joe
Menurut Joe, melalui forum seperti RRG, masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah, tetapi juga dapat berperan aktif menyampaikan aspirasi dan gagasan.
"Diskusi publik yang berlangsung hangat menjadi bukti bahwa masyarakat Garut memiliki semangat besar untuk terlibat dalam pembangunan daerahnya," cetusnya.
Dengan menggabungkan diskusi, silaturahmi, serta kegiatan sosial, RRG berupaya menghadirkan model partisipasi masyarakat yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan peduli terhadap sesama.
Ke depan, komunitas ini berharap ruang dialog seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang berani menyampaikan aspirasi serta terlibat aktif dalam proses pembangunan di Kabupaten Garut.(***)
Posting Komentar untuk "RRG gelar diskusi interaktif dan santunan anak yatim, dorong budaya dialog sehat di tengah masyarakat"