Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rismon Sianipar dan Roy Suryo kini saling serang, tudingan cari aman hingga sembunyikan kebenaran

Rismon Sianipar dan Roy Suryo kini saling serang, tudingan cari aman hingga sembunyikan kebenaran
Ringkasan Berita:
  • Rismon Sianipar mengajukan Restorative Justice dan meminta maaf langsung kepada Jokowi, namun langkah ini dinilai kuasa hukum Roy Suryo hanya untuk “cari aman”.
  • Kuasa hukum Roy menduga BAP Rismon berubah, sehingga sikapnya dianggap berseberangan dengan rekan-rekannya dalam kasus ijazah.
  • Perubahan sikap Rismon diduga terkait tudingan pemalsuan ijazahnya sendiri, yang sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

GOHANS MINDKuasa hukum pakar telematika Roy Suryo, yakni Ahmad Khozinudin, menilai langkah ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar mengajukan Restorative Justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hanya untuk “cari aman” bagi dirinya sendiri.

Restorative Justice adalah mekanisme penyelesaian perkara pidana dengan pendekatan damai, di mana pelaku dan korban saling memaafkan sehingga proses hukum dapat dihentikan.

Pernyataan Ahmad muncul setelah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin membenarkan bahwa Rismon telah mengajukan RJ sekitar sepekan lalu.

Penyidik menerima permohonan tersebut dan bertindak sebagai fasilitator.

Satu hari setelah kabar pengajuan RJ terkonfirmasi, Rismon langsung menyambangi kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/3/2026) sore.

Rismon tiba di rumah Jokowi sekitar pukul 17.11 WIB dengan menaiki mobil Toyota Fortuner berwarna hitam bernomor polisi L 1281 CBH.

Setelah turun dari kendaraan, Rismon langsung masuk ke rumah Jokowi.

Usai pertemuan, Rismon menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan Jokowi atas tudingan ijazah palsu yang dilayangkannya.

"Tentu, saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo," kata Rismon kepada wartawan setelah bertemu Jokowi, dikutip dari tayangan Live KompasTV.

Alasannya Cuma Buat Cari Aman Sendiri

Ahmad Khozinudin menilai, sejatinya tidak ada alasan yang bisa membenarkan langkah Rismon Sianipar mengajukan RJ, kecuali cari aman untuk dirinya sendiri.

Hal ini disampaikan Ahmad podcast Madilog yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (13/3/2026).

"Tidak ada satu pun alasan yang dapat dibenarkan untuk melegitimasi sikap Rismon mengajukan restorative justice, kecuali apa? Cari aman sendiri." kata Ahmad Khozinudin.

Ahmad menyebut, ada kemungkinan Berita Acara Pidana (BAP) Rismon berubah, itu berarti Rismon justru kini merapat ke Jokowi dan melawan rekan-rekannya sendiri, dalam hal ini Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa).

"Kami dapat info kemungkinan ada perubahan BAP sehingga dituangkan, kalau di hitungan BAP kan berarti dia secara terbuka dalam konteks perjuangan ini pasang badan untuk Jokowi untuk melawan temannya sendiri," papar Ahmad.

"Ini kan lebih picik."

Ahmad Khozinudin juga menduga, perubahan sikap Rismon tak lepas dari tudingan dari Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Andi Azwan, yang mencurigai keabsahan ijazah Rismon.

"Saya bisa simpulkan ini tidak lepas dari manuver kubu Jokowi yang belakangan melaporkan saudara RHS, Rismon Hasiholan Sianipar, ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pemalsuan dokumen ijazah S2-S3 Yamaguchi University di Jepang, termasuk dugaan pemalsuan surat keterangan kematian," ucap Ahmad.

"Ini sebenarnya menjadi titik tolak perubahan sikap Saudara Rismon Hasiholan Sianipar, begitu."

Rismon: Jangan Sembunyikan Kebenaran

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar memberikan pesan kepada dua rekannya yakni Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang hingga kini masih menilai bahwa ijazah Jokowi palsu.

Sementara itu, Rismon kini sudah berbalik arah dan mengakui bahwa ijazah Jokowi yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah asli.

Keyakinan Rismon akan keaslian ijazah Jokowi ini pun diungkapnya setelah menemukan temuan baru dalam penelitian ijazah Jokowi ini.

Hasil temuan baru Rismon pada ijazah Jokowi tersebut juga telah disampaikan Rismon kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (11/3/2026).

Atas dasar itulah, Rismon kemudian meminta kedua rekannya yang dulu tergabung dalam RRT atau Roy, Rismon, Tifa itu untuk jangan menyembunyikan kebenaran.

Menurut Rismon, lebih baik mengungkap kebenaran meskipun di awal harus dicap sebagai pengkhianat.

Karena menurut Rismon sebuah kebenaran tetap harus diungkapkan.

"Jangan sembunyikanlah. Ayolah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan," kata Rismon usai bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wapres Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026), dilansir Kompas TV.

Rismon kemudian mengungkit pernyataan Roy Suryo dan Tifa soal tidak adanya watermarks dan embos di ijazah Jokowi.

Menurut Rismon, di ijazah Jokowi itu sudah terdapat watermarks dan embos.

Hal ini pun telah dicek Rismon berkali-kali dengan berbagai metode penelitian.

"Ya, keberadaan itu, keberadaan fitur-fitur dalam dokumen itu selalu dikatakan tidak ada embos, tidak ada watermarks. Saya sudah lakukan cross check dengan puluhan metode dan ada," jelas Rismon.

Terbuka Demonstrasikan Penelitiannya ke Roy Suryo dan Tifa

Rismon mengaku terbuka mengundang Roy Suryo dan Tifa untuk mendemonstrasikan metode penelitian yang ia gunakan hingga bisa menyimpulkan ijazah Jokowi asli.

Rismon juga mengajak Roy Suryo dan Tifa untuk sama-sama mengedukasi publik.

"Atau saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan. Saya akan demonstrasikan metode saya. Bagaimana pencahayaan dengan sudut tertentu bisa menghilangkan warna tertentu yang secara kromatik atau nilai integer dekat dengan warna lain."

"Contoh stempel yang kita analisa tidak ada. Saya rekonstruksi stempel yang warnanya gelap. Ketika ditimpa dengan warna hitam, maka secara kromatik nilainya dekat. Kalau dirotasi dengan cahaya tertentu, bagian itu bisa hilang. Ayolah edukasi, educate the public," jelas Rismon.

Pakar Informatika itu menyebut, lebih baik ia tak mendapat sorak sorai dukungan dan dihina atau dicaci daripada harus menyembunyikan kebenaran.

Rismon juga menegaskan bahwa seseorang yang mengaku sebagai peneliti, maka seharusnya ia bisa terbuka menerima hasil penelitian baru, bukan malah menghina atau mencibir.

"Saya lebih baik enggak disorak-soraki. Lebih baik saya dihina, dicaci sebagai pengkhianat daripada saya harus enggak bisa tidur (karena sembunyikan kebenaran)."

"Oleh karena itu, kalau ada yang meragukan, terutama saudara saya Pak Roy Suryo dan Bu Tifa, mau secara private maupun secara publik, saya siap mendemonstrasikan metode saya dengan cara fair, terbuka. Open source sama seperti buku Jokowi's White Paper."

"Itu pertanggungjawaban seorang yang mengaku peneliti, seorang yang berdasarkan statementnya, berdasarkan objektivitas penelitian, maka seharusnya terbuka terhadap hasil-hasil baru Jangan langsung dicibir. Pengkhianatlah, pengecutlah."

"Kalau begitu maka saya bisa berpikir jauh bahwa kalian punya motif lain. Kalau motifnya mencari kebenaran berdasarkan pengetahuan sains, kemampuan sains, open minded. Harusnya open minded."

"Telepon saya, hubungi pengacara saya, kita akan bertemu terbuka maupun tertutup. Itu aja. Tetapi kalau hanya mencibir-mencibir seperti itu, suatu saat publik juga akan muak dan lebih percaya tulisan saya," tegas Rismon.

Rismon Sianipar Temui Gibran di Istana

Rismon Sianipar menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, Rismon menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kekeliruan hasil penelitiannya terdahulu terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi.

Rismon menyatakan berdasarkan kajian terbaru dengan data yang lebih lengkap, dirinya mengonfirmasi keaslian dokumen tersebut. 

Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kejujuran seorang peneliti.

"Jangankan kepada Pak Jokowi dan keluarga besarnya, kepada publik pun saya minta maaf karena apa? Sebagai peneliti bertanggung jawab untuk mengoreksi tulisannya, bukan menyembunyikan kebenaran sehingga dianggap bahwa penelitian itu sudah final," ujar Rismon.

Ia menjelaskan bahwa temuan barunya didasarkan pada rekonstruksi dan uji coba selama tiga bulan terakhir.

Rismon menggunakan variabel geometri, translasi, rotasi, hingga pencahayaan untuk mengoreksi hasil analisis sebelumnya.

"Wartawan memang butuh kalimat sederhana, iya asli. Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, ya, 'Truth hurts', kebenaran itu benar menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya enggak mau mengungkapkannya dan lebih jujur," tegasnya.

Rismon juga mengungkapkan kekagumannya atas sikap terbuka keluarga besar Presiden ke-7 RI. 

Menurutnya, pihak keluarga tetap menerima masukan dan kritik selama didasari oleh kejujuran dan objektivitas tanpa motif politik.

"Tadi itu, menunjukkan kemarin saya mendadak ya, malam baru ada berita kami diundang ke Istana Wapres padahal kami sudah harusnya tidur di hotel."

"Nah, mendadak akhirnya kami naik kereta ke sini. Saya bingung, saya juga tentu kalau orang salah pasti takut ya, apalagi yang ditemui seorang Wapres. Tetapi saya siap, apa pun yang terjadi secara gentleman saya harus hadir," tuturnya lagi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pesan Rismon ke Roy Suryo & Tifa: Lebih Baik Dianggap Pengkhianat Daripada Sembunyikan Kebenaran

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kuasa Hukum Roy Suryo: Rismon Sianipar Ajukan RJ Kasus Ijazah Jokowi Buat Cari Aman Sendiri

Posting Komentar untuk "Rismon Sianipar dan Roy Suryo kini saling serang, tudingan cari aman hingga sembunyikan kebenaran"