Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demokrat peduli masyarakat, pasar murah Baleendah diserbu ribuan warga, beras 3 ton dan minyak goreng ludes

Demokrat peduli masyarakat, pasar murah Baleendah diserbu ribuan warga, beras 3 ton dan minyak goreng ludes

Strategi Tekan Inflasi Jelang Lebaran: Ribuan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Baleendah

GOHANS NEWS - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat seringkali memuncak pada satu titik: melonjaknya harga kebutuhan pokok. Fenomena tahunan ini kembali terjadi di pertengahan Maret 2026. Menanggapi situasi tersebut, Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung menjadi saksi bisu betapa tingginya urgensi ketahanan pangan bagi masyarakat kecil.

Pada Sabtu, 14 Maret 2026, ribuan warga sudah memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak pagi buta. Antusiasme yang luar biasa ini berujung pada habisnya stok utama—minyak goreng dan beras—hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Kejadian ini bukan sekadar simulasi pasar, melainkan cerminan nyata dari kondisi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar yang kian mencekik.

Alasan di Balik Lonjakan Harga Sembako Menjelang Hari Raya

Sudah menjadi hukum pasar yang tidak tertulis bahwa setiap kali mendekati hari besar keagamaan, harga komoditas pangan akan merangkak naik. Anggota Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Efendi, yang hadir langsung di lokasi, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh dua faktor utama: peningkatan permintaan (demand) yang masif dan gangguan pada rantai distribusi.

Penjelasan Mengenai Fenomena Harga Lebaran

Secara teori ekonomi, ketika jutaan orang secara serentak mencari bahan yang sama (minyak goreng, beras, daging), stok di pasar akan menipis. Hal ini memberikan celah bagi harga untuk naik secara signifikan. Di lapangan, kenaikan ini seringkali tidak wajar, berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per item dibandingkan harga normal.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Menjelang Lebaran, beban pengeluaran rumah tangga pasti naik. Program ini adalah bantalan agar kenaikan tersebut tidak terlalu memukul kantong rakyat," ujar Dede Yusuf di sela-sela kesibukan melayani warga.

Detail Logistik: 25.000 Liter Minyak Goreng dan 3 Ton Beras

Program yang digagas oleh Dede Yusuf Efendi bersama Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Siaful Bachri, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat ini tidak main-main dalam menyediakan stok.

Beberapa poin utama penyediaan barang meliputi:

·         Minyak Goreng: Tersedia 25.000 liter untuk memenuhi kebutuhan menggoreng hidangan khas Lebaran.

·         Beras: Disediakan sebanyak 3 ton kualitas medium dengan harga di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi).

·         Komoditas Lain: Gula pasir, telur ayam, dan sayuran segar hasil petani lokal.

Mekanisme Subsidi yang Transparan

Keunggulan dari Gerakan Pangan Murah di Baleendah kali ini adalah adanya sistem subsidi ganda. Selain harga dasarnya yang sudah disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp2.000 per kilogram, panitia juga membagikan 1.000 kupon subsidi tambahan.

Ilustrasi Perhitungan Penghematan Warga: Jika seorang warga membeli paket sembako, mereka mendapatkan potongan harga langsung dari pemerintah provinsi, kemudian ditambah lagi dengan voucher senilai Rp10.000 dari penyelenggara. Total potongan yang didapat bisa mencapai Rp12.000 per paket. Bagi masyarakat menengah ke bawah, angka ini sangat berarti karena bisa dialokasikan untuk kebutuhan transportasi atau uang saku hari raya.

Masalah Rantai Distribusi: Mengapa Harga di Pasar Sangat Mahal?

Satu poin krusial yang disoroti dalam kegiatan ini adalah efisiensi distribusi pangan. Dede Yusuf memaparkan data yang cukup mengejutkan mengenai selisih harga dari tingkat produsen ke konsumen.

Contoh Kasus Harga Ayam:

·         Harga di Peternak: Rp18.000 - Rp20.000 per kilogram.

·         Harga di Pasar Konsumen: Bisa mencapai Rp35.000 - Rp40.000 per kilogram.

Selisih hampir 100% ini terjadi karena panjangnya mata rantai, mulai dari pengepul, bandar besar, distributor tingkat daerah, pasar induk, hingga ke pedagang eceran. Gerakan Pangan Murah memangkas semua itu dengan cara mengambil barang langsung dari sumbernya atau produsen primer, sehingga harga bisa ditekan hingga sepertiganya.

Komitmen Keberlanjutan: Bukan Sekadar Program Musiman

Siaful Bachri, Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, menegaskan bahwa kegiatan di Desa Malakasari ini adalah edisi ketujuh dari rangkaian program rutin. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro.

"Kami mendorong agar setiap bulan ada satu titik Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bandung. Ini bukan hanya untuk Lebaran, tapi untuk menjaga agar inflasi daerah tetap terkendali sepanjang tahun," kata Siaful.

Pengawasan untuk Mencegah Praktik Penjualan Kembali (Reselling)

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, panitia menerapkan aturan ketat. Pembelian memang tidak dibatasi secara kaku untuk konsumsi rumah tangga, namun pembelian dalam jumlah yang tidak wajar (misalnya satu orang membeli lebih dari 10 liter minyak) akan diperiksa. Langkah preventif ini dilakukan agar oknum pedagang nakal tidak mengambil keuntungan dengan membeli di pasar murah untuk dijual kembali dengan harga tinggi di pasar umum.

Ketahanan Pangan Sebagai Kunci Stabilitas Nasional

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, menjaga perut rakyat tetap kenyang dengan harga terjangkau adalah prioritas utama. Program Gerakan Pangan Murah di Baleendah membuktikan bahwa sinergi antara legislatif (DPR RI & DPRD) dan eksekutif (Dinas Pangan) mampu memberikan solusi instan bagi kegelisahan masyarakat.

Melalui langkah nyata seperti pemberian subsidi harga, pemotongan rantai distribusi, dan pengawasan pasar, diharapkan masyarakat Desa Malakasari dan sekitarnya dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa harus terbebani oleh harga pangan yang melambung tinggi. Program ini menjadi model yang ideal untuk direplikasi di wilayah lain guna mewujudkan kedaulatan pangan yang merata.

Posting Komentar untuk "Demokrat peduli masyarakat, pasar murah Baleendah diserbu ribuan warga, beras 3 ton dan minyak goreng ludes"