Bantah diusir Aiman Witjaksono, ini 4 pengakuan Abu Janda soal aksinya debat panas di acara TV
Ringkasan Berita:
- Abu Janda menyebut video viral debat di Rakyat Bersuara hanya potongan yang tidak menampilkan kejadian utuh di studio.
- Ia mengklaim meluruskan isu “Indonesia berutang kepada Palestina” yang menurutnya hoaks.
- Debat juga melibatkan Muhammad Husein terkait pandangan soal konflik Israel–Palestina.
- Abu Janda mengaku sengaja membuat keributan untuk menghentikan pembahasan yang dianggapnya tidak tepat.
GOHANS MIND – Pegiat media sosial Permadi Arya atau yang dikenal dengan Abu Janda memberikan klarifikasi terkait video perdebatan panas dalam program Rakyat Bersuara yang dipandu jurnalis Aiman Witjaksono.
Potongan video dari acara yang tayang di iNews TV tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial dan memicu berbagai reaksi warganet.
Abu Janda menilai cuplikan yang viral tidak menampilkan keseluruhan peristiwa yang terjadi saat siaran berlangsung.
Ia menyebut video tersebut hanya memperlihatkan momen ketika pembawa acara berteriak, tanpa menampilkan kelanjutan diskusi setelahnya.
"Video saya diusir keluar diviralkan dipotong cuma sampai Bang Aiman teriak-teriak. Padahal setelah itu kita duduk lagi, dan Bang Aiman persilakan saya bicara lagi," kata Abu Janda dikutip dari Instagram resminya pada Jumat (13/3/2026).
Berikut rangkuman pengakuannya.
1. Klaim Hoaks Soal “Utang Indonesia kepada Palestina”
Setelah situasi di studio kembali kondusif, Abu Janda mengaku kembali melanjutkan penjelasan mengenai isu yang menjadi perdebatan dalam acara tersebut.
Ia menyatakan dirinya ingin meluruskan informasi yang menurutnya keliru terkait klaim bahwa Indonesia memiliki utang kepada Palestina.
Menurutnya, klaim tersebut tidak berdasar karena pada saat Indonesia merdeka pada 1945, negara Palestina belum berdiri secara resmi.
"Saya lanjut meluruskan HOAX "Indonesia berhutang pada palestina", itu HOAX karena saat Indonesia merdeka TIDAK ADA negara palestina, ini FAKTA," tulisnya.
Dalam sesi debat yang sama, Abu Janda juga terlibat perdebatan dengan peserta lain yang mendukung kemerdekaan Palestina, Muhammad Husein.
Ia menilai sejumlah pernyataan yang disampaikan Husein hanya sebatas opini.
“Di akhir video juga ada debat saya dengan M Husein soal OPINI "Israel jajah Palestina". Fakta tidak peduli sama perasaanmu," ujarnya.
2. Alasan Abu Janda Berteriak Saat Debat
Abu Janda juga mengungkap alasan di balik aksinya yang sempat meninggikan suara saat diskusi berlangsung.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan respons terhadap sejumlah pernyataan yang ia anggap tidak masuk akal dalam forum debat tersebut.
Salah satu yang disorotnya adalah pernyataan mantan Duta Besar RI untuk Tunisia periode 2017–2021, Ikrar Nusa Bhakti.
Abu Janda mengutip pernyataan sang profesor yang menyebut publik tidak perlu memandang Amerika Serikat sebagai negara yang baik.
Ia menilai pandangan tersebut tidak tepat karena penilaian terhadap suatu negara bersifat subjektif.
"Ketika si profesor bilang jangan pikir Amerika itu negara yang baik, itu jelas konyol karena tentu saja tidak ada negara yang baik. Itu sangat subjektif tergantung suka atau tidak suka," ujar Abu Janda dikutip dari Instagram resminya pada Jumat (14/3/2026).
3. Tanggapi Pernyataan Feri Amsari
Selain itu, Abu Janda juga menyinggung pernyataan pakar hukum tata negara Feri Amsari yang menyebut Indonesia memiliki utang kepada Palestina.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak logis karena negara Palestina belum terbentuk ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Ia pun menilai argumen yang disampaikan oleh dua tokoh tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
4. Abu Janda Akui Sengaja Membuat Keributan
Abu Janda bahkan mengakui bahwa dirinya sengaja membuat keributan selama debat berlangsung.
Ia beralasan langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan pembahasan yang menurutnya tidak tepat.
"Daripada orang-orang jadi tambah bodoh mendengar mereka berdua, saya hentikan dengan membuat keributan," kata dia.
Ia juga menyebut strategi tersebut berhasil mengalihkan perhatian publik dari pernyataan yang diperdebatkan.
"Sekarang tidak ada yang ingat apa yang mereka katakan, cuma ingat bagian saya teriak-teriak saja. Sukses," ujarnya.
Viral Abu Janda Diusir
Sebelumnya, diskusi publik dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa (10/3/2026) mendadak ramai diperbincangkan warganet.
Perdebatan panas terjadi ketika pegiat media sosial Permadi Arya terlibat adu argumen dengan sejumlah narasumber.
Situasi yang memanas membuat pemandu acara Aiman Witjaksono akhirnya mengambil tindakan tegas dengan meminta Abu Janda meninggalkan ruang diskusi.
Momen tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan perbincangan publik.
Dalam forum diskusi tersebut, Abu Janda berdebat dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari serta mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti.
Perdebatan bermula ketika Abu Janda menyoroti peran Amerika Serikat dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia dari Belanda pada 1949.
"Tahun 1949 Belanda mudik karena ditekan Amerika. Amerika mengancam akan menghentikan bantuan jika Belanda tetap menjajah Indonesia," ujar Abu Janda.
Ia juga menyebut bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh besar dalam mendorong Belanda mengikuti Konferensi Meja Bundar serta mengeluarkan resolusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Prof. Ikrar Nusa Bhakti. Menurutnya, dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia saat itu tidak semata-mata dilandasi solidaritas.
Ia menilai sikap Washington lebih didorong oleh kepentingan geopolitik di tengah situasi perang ideologi global.
"Amerika turun tangan pada 1948–1949 karena ketakutan Indonesia jatuh ke tangan komunis," jelas Ikrar merujuk pada buku Revolution and Nationalism in Indonesia karya George McTurnan Kahin.
Ia juga menyinggung kembali sejarah keterlibatan Amerika Serikat dalam dinamika politik Indonesia, termasuk dugaan dukungan terhadap pemberontakan PRRI dan Permesta pada masa awal kemerdekaan.
Ketegangan mulai meningkat ketika Abu Janda memotong penjelasan tersebut dengan nada tinggi, sehingga suasana diskusi menjadi tidak kondusif.
Perdebatan kemudian melebar ke isu hubungan Indonesia dengan Palestina.
Dalam kesempatan itu, Feri Amsari menyampaikan bahwa Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat dengan Palestina.
Ia merujuk pada dukungan diplomatik dan bantuan finansial dari saudagar Palestina Muhammad Ali Taher pada masa perjuangan kemerdekaan.
Namun, Abu Janda menolak pandangan tersebut dan menyebut informasi mengenai jasa Palestina sebagai hoaks.
Perbedaan pandangan tersebut memicu perdebatan yang semakin panas di studio.
Melihat diskusi mulai keluar dari jalur dan penggunaan kata-kata yang dinilai tidak pantas dalam forum publik, Aiman Witjaksono sebagai moderator akhirnya menghentikan situasi yang memanas.
"Jika Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar!" tegas Aiman kepada Abu Janda.
Keputusan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban diskusi dalam program yang disiarkan secara langsung.
Setelah acara tersebut, Feri Amsari turut menanggapi perdebatan yang terjadi melalui akun Threads miliknya.
Ia menilai gaya komunikasi Abu Janda dalam diskusi tersebut tidak pantas ditampilkan di ruang publik.
"Saat offair dia ngaku bukan bilang **jing tapi **jir."
"Saya bilang dia bohong. Video ini menjelaskan rusaknya orang ini. TV dan media lain harusnya melarang orang ini dengan keras," tulis Feri dalam unggahannya.
>>>Update berita terkini di Googlenews GOHANS MIND
Posting Komentar untuk "Bantah diusir Aiman Witjaksono, ini 4 pengakuan Abu Janda soal aksinya debat panas di acara TV"