Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akui salah teliti ijazah Jokowi, Rismon Sianipar minta maaf: Saya tersakiti temuan sendiri

Akui salah teliti ijazah Jokowi, Rismon Sianipar minta maaf: Saya tersakiti temuan sendiri

GOHANS MIND - Ahli digital forensik Rismon Sianipar secara mengejutkan menganulir temuannya sendiri terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Setelah melakukan uji ulang selama dua bulan, Rismon menyatakan ijazah tersebut asli dan menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga Jokowi di Solo, Rabu (12/3/2026).

Dalam pengakuannya itu, Rismon mengatakan jika dirinya membuat kesalahan dalam penelitiannya soal ijazah Jokowi.

Salah satu kesalahan itu adalah, soal emboss di ijazah Jokowi.

Bahkan Rismon mengatakan jika ia merasa tersakiti terhadap temuannya itu yang berkaintan dengan ijazah Jokowi.

"Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,"

Terakhir Rismon mengatakan jika dia akan dicerca atas hasil penelitiannya yang salah itu.

"(Saya) Bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian," kata Rismon.

Reaksi Roy Suryo Usai Rismon Sianipar Ngaku Ijazah Jokowi Asli

Begini reaksi pakar telematika, Roy Suryo usai Rismon Sianipar mengaku ijazah Jokowi asli.

Belum lama ini, Rismon Sianipar mengatakan jika Ijazah Jokowi asli dan ada penelitiannya yang kurang tepat mengenai Ijazah Jokowi.

Pernyataan tersebut disampaikan Rismon dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy, Rabu (11/3/2026).

Rupanya pernyataan Rismon Sianipar ini telah diketahui oleh Roy Suryo.

Roy Suryo mengungkapkan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma, turut bersikap sama dengannya yakni menyatakan ijazah Jokowi adalah palsu.

"Insya Allah kami tetap amanah untuk meneruskan semua yang sudah dilakukan selama ini secara ilmiah, bertanggung jawab dan tidak bergeser 0,1 persen pun dari simpulan yang selama ini sudah disampaikan (ijazah Jokowi palsu)," katanya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Kamis (12/3/2026).

Dengan sikap ini, Roy Suryo menegaskan pengakuan Rismon bahwa ijazah Jokowi asli tidak perlu dikaitkan dengannya maupun Dokter Tifa.

"Statement RHS (Rismon Hasiholan Sianipar) selama 11 menit 3 detik yang menyatakan bahwa dirinya menyatakan ada 'kekeliruan dan bisa berbeda' dalam penelitiannya, bahkan yang sudah dituliskannya dalam bagian buku JWP (Jokowi's White Paper) adalah memang hanya statement pribadi Saudara RHS sendiri dan tidak perlu disangkut pautkan dengan kami selaku sesama penulis JWP," ujarnya.

Ia juga tidak ingin dikaitkan dengan permintaan maaf Rismon kepada Jokowi terkait kekeliruan dalam penelitian soal ijazah milik mantan Wali Kota Solo tersebut.

Kendati demikian, Roy Suryo tetap menghormati sikap Rismon meski kini telah tidak sejalan.

"Jadi jika kemudian ada statement selanjutnya di dalamnya yang mana RHS menyatakan 'minta maaf' ke Jokowi, maka itu juga merupakan statement pribadi dan bukan tanggung jawab kami, meski secara personal saya tetap menghormati hak pribadi saudara RHS sendiri," katanya.

Rismon Sianipar Ngaku Ijazah Jokowi Asli

Baru-baru ini ahli digital forensik, Rismon Sianipar mengatakan jika Ijazah Jokowi asli.

Seperti yang diketahui Rismon Sianipar sebelumnya bersama dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa sepakat mengatakan bahwa Ijazah Jokowi palsu.

Namun kini Rismon Sianipar dengan tegas mengatakan bahwa ijazah Jokowi asli dan meminta maaf pada presiden ke-7 RI tersebut.

Mulanya, dia menyebut bahwa hasil penelitiannya yang tertuang pada buku Jokowi's White Paper bersama dengan pakar telematika, Roy Suryo, dan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, ada kesalahan.

Namun, Rismon menegaskan hanya hasil penelitiannya saja yang mengandung kesalahan.

Dia mengungkapkan penelitian yang dilakukannya tidak bergantung dengan hasil riset yang dilakukan oleh Roy maupun Dokter Tifa.

"Oleh karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang lengkap, akibat rotasi, atau translasi, atau resolusi pada data yang saya uji," katanya dikutip dari YouTube Balige Academy, Kamis (12/3/2026).

"Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran yakni kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya," sambungnya.

Dengan kesalahan tersebut, Rismon pun meminta maaf kepada Jokowi atas tuduhannya selama ini.

"Temuan saya sebelumnya yang telah melukai, membuat commosion dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi," katanya.

Rismon menjelaskan bahwa kesalahan penelitiannya yakni terkait watermark dan embos pada ijazah Jokowi.

Dia menegaskan, berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya, dua komponen tersebut terbukti ada pada ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu.

"Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama embos, itu memang ada di dalam dokumen tersebut."

"Saya uji dengan gradien analysis dan uji-uji lainnya dan metodologi yang sama dalam buku JWP tetapi dengan melibatkan variabel translasi, rotasi, maupun pencahayaan akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi gemoeti, maka temua-temuan itu saya temukan dengan teliti dan saya uji ulang selama dua bulan ini," jelasnya.

Melalui hasil temuan barunya itu, Rismon pun menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.

"(Temuan barunya) membuktikan bahwa permasalahan authenticity atau keaslian dokumen (ijazah Jokowi) itu secara digital forensik menjadi tidak terbukti dan menyanggah temuan saya di buku Jokowi's White Paper meskipun menggunakan puluhan metodologi-metodologi yang sama," jelasnya.

Rismon mengungkapkan kesalahan dalam penelitian yang dilakukannya menjadi wujud bahwa dunia akademik yakni selalu ada pembaharuan atau ongoing, progresif, dan bisa 'melukai' periset.

Di sisi lain, dia mengatakan temuan barunya itu kini telah disampaikan kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (11/3/2026).

Pada akhir pernyataannya, Rismon menegaskan penelitian terkait ijazah Jokowi yang dilakukannya selama ini tidak mengandung motif politis,

Ia mengatakan apa yang dilakukannya murni karena keingintahuannya semata sebagai peneliti.

"Apa yang saya lakukan murni ilmiah tanpa motivasi politik, tanpa motivasi apapun. Murni hanya karena rasa ingin tahu saya sebagai peneliti di bidang digital image processing pada awal tahun 2025," katanya

(Tribunsolo/Tribunnews)

Posting Komentar untuk "Akui salah teliti ijazah Jokowi, Rismon Sianipar minta maaf: Saya tersakiti temuan sendiri"