Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 lagu Sal Priadi tentang perpisahan, yang bikin banjir air mata

Beberapa lagu Sal Priadi seakan memahami rasa kehilangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia berhasil menghadirkan kisah perpisahan yang bukan sekadar cerita, melainkan seperti potongan kenangan yang pernah dialami pendengarnya.

Tak sedikit yang mengaku air mata mereka menetes saat mendengarkan lagu-lagu tersebut. Lalu, lagu apa saja dari Sal Priadi yang mampu menghadirkan perasaan sedalam itu?

1. “Ada Titik-titik di Ujung Doa”

Lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dirilis pada 30 April 2024 sebagai bagian dari album “MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS” yang berisi 15 lagu. Meski begitu, video musiknya baru dirilis pada 11 Maret 2026.

Secara makna, lagu ini menggambarkan perasaan rindu yang begitu dalam kepada seseorang yang pernah sangat berarti. Doa-doa menjadi cara sederhana untuk tetap menjaga kedekatan meski jarak, waktu, atau bahkan perpisahan telah terjadi.

“Setiap membawakan lagu 'Ada titik titik di ujung doa' di panggung, akan tampak visual wajah seseorang yang dibuat jadi semacam task connect the dots di buku anak anak. Wajah itu adalah Alm Bapak saya,” tulis Sal di Instagram, pada 28 Desember 2025. Berikut lirik lagu ini:

Ada titik-titik di ujung doa

Doa keselamatan penutup malam

Yang harus diisi nama

Maka kuisi dengan namamu

Nama lengkapmu hurufnya kuhias berjuta warna

Sebisanya aku gambarkan juga bunga-bunga

Lengkap dengan kupu-kupu

Terbang di sekitarnya oh-oh-uh-yeah

Aku mencoba gambarkan juga

Bentuk wajahmu meski yang kuingat matamu saja

Kalau jelek kamu jelas ga boleh marah-marah

Kapan terakhir bertemu bahkan ku sudah lupa oh-oh-uh

Ada titik-titik di ujung doa-doa

Keselamatan penutup malam

Kuisi dengan namamu

Kucoba memaafkanmu selalu

Kalau disitu ada salahku

Maafkanku juga

Ini rasanya sulit sekali

Ingat hatiku dihancurkan jadi berkeping-keping

Hari ini aku coba merakitnya lagi

Meski kalau diamati

Agak aneh bentuknya ah ah ah

Ada titik-titik di ujung doa-doa

Keselamatan penutup malam

Kuisi dengan namamu

Kucoba memaafkanmu selalu

Kalau disitu ada salahku

Maafkanku juga

Ada titik-titik di ujung doa-doa

Keselamatan penutup malam

Kuisi dengan namamu

Kucoba memaafkanmu selalu

Terselipkah aku disana

Di doa doamu juga

Ada titik-titik

2. “Gala Bunga Matahari”

Dari album yang sama, Sal Priadi juga merilis single berjudul “Gala Bunga Matahari”. Sal Priadi mengaku menulis lagu ini dalam suasana hati yang penuh kesedihan. Lagu tersebut lahir dari perasaan kehilangan terhadap orang-orang yang telah pergi.

“Kutulis lagu ini untuk sama-sama belajar mengeja duka. Duka selalu melahirkan perasaan yang khusus, perasaan sedih yang teramat juga dibersamai dengan kepercayaan bahwa mereka yang pergi berharap kita melanjutkan hidup ini dengan sebaik-baiknya," tulis Sal Priadi dalam kolom komentar akun TikToknya, Sabtu (10/8/2024).

Berikut liriknya:

Mungkinkah, mungkinkah

Mungkinkah kau mampir hari ini?

Bila tidak mirip kau

Jadilah bunga matahari

Yang tiba-tiba mekar di taman

Meski bicara dengan bahasa tumbuhan

Ceritakan padaku

Bagaimana tempat tinggalmu yang baru

Adakah sungai-sungai itu benar-benar

Dilintasi dengan air susu?

Juga badanmu tak sakit-sakit lagi

Kau dan orang-orang di sana muda lagi

Semua pertanyaan, temukan jawaban

Hati yang gembira, sering kau tertawa

Benarkah orang bilang

Ia memang suka bercanda?

Mungkinkah, mungkinkah

Mungkinkah kau mampir hari ini?

Bila tidak mirip kau

Jadilah bunga matahari

Yang tiba-tiba mekar di taman

Meski bicara dengan bahasa tumbuhan

'Kan kuceritakan padamu

Bagaimana hidupku tanpamu

Kangennya masih ada di setiap waktu

Kadang aku menangis bila aku perlu

Tapi aku sekarang sudah lebih lucu

Jadilah menyenangkan s'perti katamu

Jalani hidup dengan penuh sukacita

Dan percaya kau ada di hatiku s'lamanya, oh-oh

Mungkinkah, mungkinkah

Mungkinkah kau mampir hari ini?

Bila tidak mirip kau

Jadilah bunga matahari

Mungkinkah, mungkinkah

Mungkinkah kau mampir hari ini?

Bila tidak sekarang

Janji kita pasti 'kan bertemu lagi

3. “Episode”

Lagu “Episode” dari Sal Priadi menghadirkan tema tentang perpisahan dengan fase hidup tertentu. Liriknya menggambarkan momen ketika seseorang mulai menyadari bahwa waktu terus berjalan, pertemanan perlahan berkurang, dan kehidupan membawa setiap orang ke jalannya masing-masing.

Lagu ini seakan mengajak pendengar merenungkan proses kedewasaan, tentang bagaimana belajar tumbuh dalam keheningan, menerima perubahan, dan memahami bahwa tidak semua orang yang pernah dekat akan selalu berjalan bersama hingga akhir. Berikut liriknya:

Di umurku yang segini

Teman dekat makin sedikit

Ada untuk tempat cerita

Juga jadi teman pesta

Kalau dulu, lain cerita

Sehari bisa tiga

Sampai lima tempat berbeda

Di sana aktif semua

Sekarang tubuhku sering minta waktu

Untuk sendirian

Kar'na banyak pertanyaan menemukan jawaban

Bukan di keramaian

Pergi yang jauh sendirian

Tidur, bangun, melamun berjam-jam

Lebih banyak dengarkan badan

Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

Pergi yang jauh sendirian

Tidur, bangun, melamun berjam-jam

Lebih banyak dengarkan badan

Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

Sekarang tubuhku sering minta waktu

Untuk sendirian

Kar'na banyak pertanyaan menеmukan jawaban

Bukan di keramaian

Pergi yang jauh sendirian

Tidur, bangun, mеlamun berjam-jam

Lebih banyak dengarkan badan

Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

Pergi yang jauh sendirian

Tidur, bangun, melamun berjam-jam

Lebih banyak dengarkan badan

Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

Lagu-lagu Sal Priadi tentang perpisahan terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang, seolah menjadi teman saat belajar merelakan dan melanjutkan hidup.

Sal Priadi Lengkapi MASPF dengan Video Ada Titik-Titik di Ujung Doa Lirik Lagu Ada titik-titik di ujung doa - Sal Priadi dan Maknanya Kenapa Sal Priadi Posting Gak Mau Nyanyi Lagu Sedih Lagi di TikTok?

Posting Komentar untuk "3 lagu Sal Priadi tentang perpisahan, yang bikin banjir air mata"