Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjalanan Pelangi Ishak menata prestasi di usia muda

Perjalanan Pelangi Ishak menata prestasi di usia muda

Nama Nurhalimah Pelangi Ishak mulai dikenal luas di kalangan remaja Sumatera Utara. Di usianya yang masih belia, siswi SMA Negeri 1 Sunggal ini berhasil menorehkan berbagai prestasi, mulai dari dunia akademik, modelling, hingga kegiatan edukasi sosial.

Perjalanan Pelangi di dunia modelling ternyata bukan sesuatu yang instan. Ketertarikannya sudah tumbuh sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Ia mengaku sejak kecil kerap mengikuti lomba fashion show yang menjadi fondasi awal kariernya di panggung.

“Dari TK sudah suka ikut fashion show. Memang dari kecil sudah tertarik tampil di depan orang banyak,” ujarnya.

Bagi Pelangi, modelling bukan sekadar soal penampilan atau berjalan di atas catwalk. Ia memandang dunia tersebut sebagai ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjaga diri.

Menurutnya, seorang model juga dituntut memiliki sikap dan tanggung jawab atas citra yang dibangun di hadapan publik.

“Kalau modelling itu orang banyak melihat kita. Jadi tidak bisa sembarangan. Harus bisa menjaga diri dan konsisten. Selama hal itu positif dan membawa manfaat, kenapa tidak dijalani,” katanya.

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Pelangi merasakan perubahan cara pandang terhadap prestasi. Jika dulu mengikuti lomba hanya untuk meraih kemenangan dan hadiah, kini ia melihat gelar juara sebagai amanah yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Hal itu semakin ia rasakan setelah meraih gelar Winner Miss Modelling Indonesia 2025. Menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu pembuka untuk mengembangkan diri dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

“Kita tidak bisa hanya mendapatkan gelar saja. Tapi harus ada konsistensi dan bagaimana memanfaatkan kesempatan itu. Kalau hanya punya nama tanpa bisa dikembangkan, rasanya sayang,” ungkapnya.

Prestasi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand serta memperluas jaringan di dunia public speaking dan influencer.

Pelangi mengaku tahun 2025 menjadi momentum penting dalam hidupnya karena mulai dikenal lebih luas berkat capaian yang diraih.

Selain modelling, Pelangi juga aktif sebagai Top Putri Hijab Influencer Sumatera Utara 2025. Dalam ajang tersebut, ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Edukasi, sebuah peran yang justru membuatnya semakin menemukan makna prestasi yang sesungguhnya.

Melalui bidang edukasi, Pelangi bersama tim rutin mengunjungi sekolah hingga panti asuhan untuk menggelar seminar pengembangan diri.

Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tips percaya diri, keberanian keluar dari zona nyaman, hingga pentingnya membangun potensi sejak dini.

“Alhamdulillah selama 2025, program kerja di bidang edukasi yang Pelangi pimpin termasuk yang paling banyak terlaksana. Kita datang ke SMP-SMP, berbagi pengalaman dan motivasi,” ujarnya.

Ia menilai, kesempatan menjadi influencer seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk popularitas semata. Pelangi menyayangkan masih banyak generasi muda yang belum maksimal menggali potensi diri meski sudah memiliki panggung dan peluang.

“Padahal kesempatan itu ada. Tinggal bagaimana kita mau menggali kemampuan yang sudah kita punya,” katanya.

Meski aktif di media sosial, Pelangi mengaku tidak terlalu terpengaruh komentar negatif. Baginya, perbedaan pandangan adalah hal wajar selama seseorang tetap fokus pada tujuan dan proses yang dijalani.

“Pasti ada saja orang yang tidak suka dengan pencapaian kita. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti,” ucapnya.

Di balik kesibukan di dunia modelling dan kegiatan sosial, Pelangi dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia kerap meraih juara umum selama bersekolah di SMA. Bahkan, ia sempat mendapatkan golden ticket untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Namun kesempatan tersebut terpaksa dilepas karena pertimbangan keluarga.

“Orangtua tidak mengizinkan karena saya anak perempuan satu-satunya. Jadi akhirnya memilih tetap di Sumatera Utara,” katanya.

Menyeimbangkan Prestasi Religi dan Modelling

Selain aktif di dunia modelling dan edukasi, Pelangi juga menorehkan prestasi di bidang religi melalui cabang Syarhil Qur’an.

Kemampuan tersebut ternyata sudah diasah sejak duduk di bangku SMP. Ia mengaku sejak kecil terbiasa tampil berpidato sehingga memiliki dasar kuat dalam berbicara di depan umum.

Saat mengikuti lomba Syarhil antar sekolah di SMP, Pelangi bersama tim berhasil meraih harapan satu sebelum akhirnya sempat terhenti di tingkat kecamatan.

Kesempatan kembali datang ketika Pelangi duduk di bangku SMA. Dengan bimbingan pelatih dan latihan intensif selama tiga bulan, ia berhasil meraih juara pertama dalam ajang Syarhil Qur’an tingkat kabupaten.

Prestasi itu kembali berlanjut pada kompetisi berikutnya di tahun ini, di mana ia kembali dipercaya mewakili tim dan meraih juara. Bagi Pelangi, pengalaman di bidang keagamaan menjadi bekal penting yang membentuk karakter serta kepercayaan dirinya.

Menariknya, Pelangi melihat tidak ada pertentangan antara aktivitas modelling dengan keterlibatannya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Ia justru berupaya memadukan keduanya dengan tetap menjaga nilai yang diyakini.

Dalam memilih kerja sama brand, Pelangi mengaku lebih selektif dan cenderung memilih busana muslim atau hijab yang sesuai dengan identitasnya sebagai Putri Hijab Influencer Sumatera Utara.

“Modeling itu tidak harus selalu identik dengan hal yang negatif. Kita bisa tetap berkarya dan tampil, tapi juga menjaga batasan. Jadi kita harus bisa mengatur mana yang sesuai dengan prinsip kita,” ujarnya.

Baginya, kemampuan mengelola pilihan dan menjaga konsistensi nilai menjadi kunci agar prestasi di berbagai bidang dapat berjalan seimbang.

Bagi Pelangi, perjalanan prestasi bukan hanya tentang panggung kemenangan, tetapi juga proses menemukan jati diri. Ia pun berpesan kepada remaja seusianya agar tidak takut mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman.

“Kalau kita terus berada di zona nyaman, kita tidak akan berkembang. Setiap orang pasti punya kemampuan. Tugas kita adalah mencarinya dan mengasahnya,” tuturnya.

Di usia yang baru akan menamatkan bangku SMA, Pelangi sudah menunjukkan bahwa generasi muda bisa tampil multitalenta berprestasi di akademik, aktif di panggung nasional, sekaligus peduli pada edukasi sosial.

Posting Komentar untuk "Perjalanan Pelangi Ishak menata prestasi di usia muda"