Jokowi tanggapi permintaan maaf Rismon Sianipar, sepakat selesaikan lewat restorative justice

Perkara tudingan ijazah palsu yang sempat menyeret nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, kini memasuki tahap baru setelah adanya permintaan maaf dari salah satu tersangka, Rismon Sianipar. Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung kepada Jokowi sebagai bentuk pengakuan atas kekeliruan yang sebelumnya terjadi.
Perkembangan terbaru dari kasus ini menyebutkan bahwa Jokowi telah menerima permohonan maaf yang disampaikan oleh Rismon. Dengan adanya langkah tersebut, kedua belah pihak kini sepakat untuk menempuh penyelesaian melalui mekanisme restorative justice terkait tudingan ijazah palsu yang sebelumnya mencuat.
Meskipun demikian, keputusan akhir mengenai penerapan restorative justice tetap berada di tangan penyidik dari Polda Metro Jaya. Jokowi sendiri menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada pihak kepolisian yang menangani perkara.
Penjelasan mengenai sikap Jokowi tersebut disampaikan oleh kuasa hukumnya, Yakup Hasibuan. Ia mengatakan bahwa pihaknya terlebih dahulu akan menyampaikan hasil pertemuan antara Rismon dan Jokowi kepada penyidik untuk dipertimbangkan lebih lanjut.
"Kami akan segera menginformasikan hal ini kepada para penyidik untuk nanti dipertimbangkan dan ditentukan oleh penyidik,” kata Yakup kepada Kompas.com, Jumat (13/3/2026).
Dalam penjelasannya, Yakup menyebut bahwa Jokowi pada prinsipnya telah memberikan maaf kepada Rismon. Hal itu dilakukan setelah Rismon mengakui kesalahannya sekaligus menyatakan keyakinannya bahwa ijazah yang dimiliki Jokowi memang asli.
“Betul, pada prinsipnya Pak Jokowi menerima permintaan maaf dan permohonan RJ dari Pak Rismon Sianipar,” ujar dia.
Terkait dengan tersangka lainnya yang juga terlibat dalam kasus yang sama, Yakup menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa mewakili keputusan Jokowi. Apabila nantinya ada pihak lain yang datang untuk menyampaikan permintaan maaf sebagai upaya penyelesaian perkara, maka keputusan akhir tetap berada di tangan Jokowi secara pribadi.
“Karena permaafan itu sangat pribadi, jadi tentunya kami menyerahkan hal tersebut kepada Pak Jokowi untuk nantinya menentukan ya,” ujar dia.
Rismon Temui Wapres Gibran
Selain bertemu dengan Jokowi, Rismon Sianipar juga diketahui melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Wakil Presiden di Jakarta pada Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Rismon menyampaikan secara langsung permohonan maaf kepada keluarga Presiden ke-7 RI. Ia juga mengakui bahwa hasil penelitian sebelumnya yang menyinggung dugaan ijazah palsu Jokowi ternyata keliru.
Rismon menjelaskan bahwa setelah melakukan kajian ulang dengan menggunakan data yang lebih lengkap dan metode yang lebih mendalam, ia akhirnya memastikan bahwa dokumen ijazah tersebut memang asli.
Menurutnya, sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus integritas seorang peneliti yang harus berani mengoreksi kesimpulan yang pernah ia buat sebelumnya.
"Jangankan kepada Pak Jokowi dan keluarga besarnya, kepada publik pun saya minta maaf karena apa? Sebagai peneliti bertanggung jawab untuk mengoreksi tulisannya, bukan menyembunyikan kebenaran sehingga dianggap bahwa penelitian itu sudah final," ujar Rismon.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kesimpulan terbaru yang ia sampaikan didasarkan pada serangkaian rekonstruksi penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir. Dalam proses tersebut, ia melakukan berbagai pengujian ulang dengan pendekatan ilmiah yang lebih komprehensif.
Metode yang digunakannya melibatkan sejumlah variabel teknis, mulai dari analisis geometri dokumen hingga pengujian dengan teknik translasi, rotasi, serta pencahayaan. Semua pendekatan tersebut digunakan untuk meninjau ulang hasil analisis sebelumnya.
"Wartawan memang butuh kalimat sederhana, iya asli. Kenapa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, ya, 'Truth hurts', kebenaran itu benar menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya enggak mau mengungkapkannya dan lebih jujur," tegasnya.
Rismon juga menyampaikan bahwa dirinya merasa terkesan dengan sikap terbuka yang ditunjukkan oleh keluarga Jokowi. Menurutnya, keluarga Presiden tetap bersikap menerima kritik maupun masukan selama disampaikan dengan kejujuran dan objektivitas ilmiah tanpa disertai kepentingan politik.
"Tadi itu, menunjukkan kemarin saya mendadak ya, malam baru ada berita kami diundang ke Istana Wapres padahal kami sudah harusnya tidur di hotel. Nah, mendadak akhirnya kami naik kereta ke sini. Saya bingung, saya juga tentu kalau orang salah pasti takut ya, apalagi yang ditemui seorang Wapres. Tetapi saya siap, apa pun yang terjadi secara gentleman saya harus hadir," tuturnya lagi.
Sebagai bentuk tanggung jawab akademis atas penelitian yang pernah ia lakukan, Rismon mengungkapkan rencananya untuk menuliskan seluruh proses koreksi tersebut dalam sebuah buku. Buku tersebut rencananya akan diselesaikan pada tahun 2026.
Ia mengatakan bahwa penulisan buku tersebut akan dilakukan di kampung halamannya agar dirinya bisa lebih fokus dalam menyelesaikan karya tersebut.
"Saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap, 'Jokowi White Paper' dan 'Gibran End Game' dan saya minta izin saya tuntaskan di kampung saya, di Balige," jelas Rismon.
Sebagai informasi tambahan, Rismon merupakan salah satu dari delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi. Penetapan tersangka tersebut dilakukan oleh Polda Metro Jaya setelah proses penyelidikan dan penyidikan yang cukup panjang.
Selain Rismon, terdapat tujuh orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Gibran Rangkul Rismon
Pertemuan antara Rismon dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlangsung selama kurang lebih 50 menit. Agenda tersebut digelar secara tertutup di Kompleks Istana Wakil Presiden.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rismon tiba di kawasan Istana sekitar pukul 09.57 WIB. Sementara itu, pertemuan dengan Gibran diketahui selesai sekitar pukul 10.50 WIB.
Usai pertemuan tersebut, Gibran terlihat mengantar Rismon hingga ke pintu Kantor Wakil Presiden. Keduanya sempat berbincang singkat sebelum akhirnya berpisah.
Dalam momen tersebut, Rismon tampak menyalami Gibran sambil sedikit membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan. Setelah itu, Gibran terlihat merangkul Rismon.
"Pokoknya kita ini saudaraan, sudah enggak ada apa-apa lagi," ucap Gibran sambil merangkul Rismon.
Tak hanya itu, Gibran juga memberi isyarat kepada salah satu stafnya untuk membawa sebuah hampers atau bingkisan Lebaran. Bingkisan tersebut kemudian diberikan kepada Rismon.
"Katanya mau pulang kampung," kata Gibran kepada Rismon sambil memberikan hampers tersebut.
Rismon menerima bingkisan tersebut dengan penuh rasa terima kasih. Setelah mengantar hingga ke pintu, Gibran kemudian berpamitan untuk kembali ke ruang kerjanya guna melanjutkan agenda kegiatan lainnya.
Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli
Sebelumnya, Rismon juga telah menjelaskan alasan yang membuatnya mengubah kesimpulan terkait penelitian yang pernah ia lakukan mengenai ijazah Jokowi.
Ia menyebut bahwa perubahan sikap tersebut didasarkan pada penelitian ulang yang dilakukan secara lebih mendalam selama sekitar dua bulan terakhir.
Dari hasil kajian terbaru tersebut, Rismon menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi pemalsuan pada dokumen ijazah milik Jokowi.
Menurutnya, dokumen ijazah yang sempat beredar di publik maupun yang pernah ditunjukkan dalam proses gelar perkara tidak menunjukkan adanya kejanggalan dari sisi teknis.
Rismon menegaskan bahwa sebagai seorang peneliti, dirinya memiliki kewajiban moral dan akademis untuk menyampaikan temuan secara objektif. Hal itu termasuk keberanian untuk mengoreksi kesimpulan sebelumnya apabila ditemukan data baru yang lebih valid.
"Ya, tentu (minta maaf). Ya, saya pun minta maaf kepada publik gitu loh. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi," kata Rismon, Kamis, dikutip Kompas.com.
Ia juga menambahkan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab ilmiah seorang peneliti yang harus siap menerima berbagai kritik maupun konsekuensi dari hasil penelitian yang dipublikasikan.
"Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka. Meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah seperti saya menyajikan buku Jokowi's White Paper," ujar dia.
Berdasarkan hasil penelitian terbaru yang telah ia lakukan, Rismon kembali menegaskan bahwa tidak ditemukan kejanggalan pada dokumen ijazah milik Jokowi.
Ia menjelaskan bahwa dokumen yang pernah diunggah oleh Dian Sandi Utama maupun yang ditunjukkan dalam proses gelar perkara khusus tetap memperlihatkan karakteristik dokumen yang valid.
Kesimpulan terbaru tersebut akhirnya menjadi dasar bagi Rismon untuk merevisi pernyataannya yang sebelumnya sempat meragukan keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut.
Posting Komentar untuk "Jokowi tanggapi permintaan maaf Rismon Sianipar, sepakat selesaikan lewat restorative justice"