Gibran beri hampers untuk Rismon Sianipar, Dokter Tifa unggah foto bersejarah: Mata kami terbelalak
Ringkasan Berita:
- Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jumat (13/3/2026).
- Pertemuan berlangsung sekitar 50 menit dan diakhiri dengan pemberian hampers Lebaran dari Gibran kepada Rismon.
- Sementara itu, Tifauzia Tyassuma (dr Tifa) mengunggah foto lama bersama Rismon dan Roy Suryo saat berada di Universitas Gadjah Mada, serta menyebut mereka pernah bersama-sama meneliti dokumen terkait dugaan ijazah Jokowi.
Ahli digital forensik Rismon Sianipar menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Gibran menerima kedatangan tersangka tuduhan ijazah palsu Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) kurang lebih selama 50 menit.
Setelah itu Gibran memberikan bingkisan lebaran (hampers) kepada Rismon.
Hampers itu dibawakan ajudan dari dalam Istana tersebut berisi makan ringan atau snack.
Dokter Tifa Unggah Foto
Sementara itu, tersangka tuduhan ijazah palsu Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) lainnya yakni Tifauzia Tyassuma yang akrab disapa dr Tifa mengunggah foto pada hari yang sama.
Melalui akun X pribadinya @DokterTifa, dr Tifa mengunggah foto dirinya bersama Rismon Sianipar dan Roy Suryo.
"Foto yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia," kata dokter Tifa dikutip dari GOHANS MIND.
Dokter Tifa menuturkan foto tersebut merupakan momen saat mereka bertemu di ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 15 April 2025.
Mereka bertiga mewakili TPUA yang terlambat hadir karena kecelakaan di tol.
"Sesuatu yang menjadi bagian dari qadarallah. Kehendak Allah," katanya.
Saat itu, kata Tifa, terdapat sekitar 16 orang yang berasal dari Civitas Akademika UGM dan Para Pejabat Rektorat.
Tifa menyebut momen itu lah dirinya bersama Roy Suryo bertemu Rismon Sianipar.
Pada hari itu, Tifa bercerita mereka diperlihatkan skripsi atas nama Joko Widodo.
"Yang membuat tiga pasang mata kami terbelalak, karena melihat dokumen, yang menurut keyakinan kami, adalah SKRIPSI PALSU, yang jelas, clear, tanpa perlu digital forensik," kata Tifa.
Saat itu, lanjut Tifa, Roy Suryo sigap memotret lembaran-lembaran skripsi tersebut dengan kamera canggihnya.
"Sehingga FOTO-FOTO ini akan menjadi BUKTI tak terbantahkan, Bahwa seseorang yang tidak memiliki Skripsi yang otentik, tidak mungkin mendapatkan Ijazah yang otentik," kata Tifa.
Selain itu, Tifa menyebut adanya 709 dokumen lainnya yang dengan mandat Keputusan Sidang KIP menjadi dokumen yang terbuka secara publik.
"Dengan semangat akan kami Uji KEASLIANNYA, bersama dengan Para Pakar IT dan Digital Forensik, Para Doktor Asli Lulusan Amerika, Belanda, ITB, dan UNAIR," katanya.
Tifa mengungkapkan bahwa 709 dokumen itu termasuk skripsi, transkrip nilai, bukti KKN, KRS, KHS, Berita acara kelulusan, absensi kuliah dan lain-lain.
"Terus terang, akan sangat sulit dipertanggungjawabkan oleh orang yang tidak memilikinya, tidak mengalaminya, dan tidak menjalaninya.," katanya.
Rismon Terima Hampers
Sedangkan di Istana Wakil Presiden, Gibran tampak mengenakan setelah jas sementara Rismon mengenakan kemeja pendek.
Usai melakukan pertemuan secara tertutup, Gibran lalu mengantar Rismon ke lobi Istana Wapres sambil berbincang singkat.
Gibran sempat merangkul Rismon dan mengatakan bahwa kini tidak ada lagi masalah di antaranya keduanya.
"Pokoknya kita ini saudaraan, sudah enggak ada apa-apa lagi," kata Gibran.
Setelah itu Gibran memberikan bingkisan lebaran (hampers) kepada Rismon.
Menerima bingkisan tersebut, Rismon lalu menyampaikan terimakasih.
Usai memberikan hampers, Gibran lalu memberikan gestur pamit dengan merekatkan kedua telapak tangannya sambil sedikit membungkuk. Ia lalu masuk ke dalam istana Wapres.
Rismon Minta Maaf
Peneliti digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dan keluarganya terkait temuan yang sebelumnya ia sampaikan dalam buku Jokowi's White Paper.
Dalam klarifikasinya secara terbuka, Rismon menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kompilasi dari beberapa penulis, yakni dirinya, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.
Ia mengatakan dari lebih 700 halam dalam buku tersebut, sekitar 400 halaman merupakan bagian yang ia tulis sendiri.
"Seperti yang kalian ketahui, bahwa RRT, Roy, Rismond, dan TIPA itu menuliskan buku Jokowi's White Paper di mana 400 halaman lebih saya tuliskan dari 700 halaman di buku tersebut," kata Rismon seperti dikutip dari YouTube Balige Academy yang tayang pada Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap penulis melakukan penelitian secara independen tanpa saling bergantung satu sama lain.
"Masing-masing tidak ada ketergantungan. Masing-masing melakukan penelitiannya secara independen," ujarnya.
Namun, dalam proses penelitian tersebut, Rismon mengakui terdapat kekeliruan yang dipicu oleh keterbatasan data yang digunakan dalam analisisnya.
"Karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap, akibat rotasi atau translasi maupun resolusi pada data yang saya uji," jelasnya.
Ia menekankan bahwa seorang peneliti harus berpegang pada objektivitas dan kebenaran ilmiah ketika menemukan kesalahan dalam hasil penelitian.
"Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran dan hanya kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya," kata Rismon.
Ia pun menyatakan secara terbuka bahwa temuan sebelumnya memang mengandung kekeliruan, meskipun menggunakan metodologi yang ia tuliskan dalam buku tersebut.
"Oleh karena itu, temuan saya sebelumnya yang telah melukai, yang telah membuat commotion dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi," ujarnya.
Posting Komentar untuk "Gibran beri hampers untuk Rismon Sianipar, Dokter Tifa unggah foto bersejarah: Mata kami terbelalak"