Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daftar penerima THR dari Pemkab Balangan Kalsel dengan anggaran hingga 20,2 miliar, masuk rekening

Daftar penerima THR dari Pemkab Balangan Kalsel dengan anggaran hingga 20,2 miliar, masuk rekening

GOHANS NEWS, PARINGIN - Daftar penerima   Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemkab Balangan Kalsel dengan Anggaran  Hingga 20,2 Miliar, dari kalangan pegawai.

THR untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Balangan bakal segera dicairkan. 

Pencairan THR akan dikirimkan langsung ke masing-masing rekening penerima, dengan angka yang menyesuaikan gaji dan tunjangan pokok bulanan.

Penyaluran THR untuk ASN tersebut berdasarkan Perbun Nomor 12 tahun 2026 yang baru-baru ini ditandatangani oleh Bupati Balangan, Abdul Hadi.

Khusus tahun ini pula, THR juga diberikan kepada PPPK paruh waktu dan PJLP yang bekerja di lingkungan Pemkab Balangan.

Sebagaimana disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Balangan, Kamrani, pencairan THR akan mulai dilakukan secepatnya, bahkan sebelum cuti Hari Raya Idul Fitri.

"Karena Perbub nya sudah keluar jadi tinggal  proses pencairan yang mana secara administrasi perlu adanya permohonan surat permintaan pembayaran (SPP) dari SKPD terkait dan surat perintah membayar (SPM) yang dimohonkan ke BPKPAD untuk mencairkan THR," ujar Kamrani, Jumat (13/3/2026).

Adapun total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 20,2 M, rinciannya  sebesar Rp 17 M untuk pembayaran THR PNS dan PPPK full waktu. Kemudian sebesar Rp 3,2 M untuk THR PPPK paruh waktu dan PJLP yang dibayarkan proporsional sesuai masa kerja.

Sementara jumlah pegawai Pemkab Balangan yang akan mendapat THR untuk PNS sebanyak 2.748 orang, PPPK full waktu sebanyak 1.075 orang, PPPK paruh waktu sebanyak 3.495 orang dan PJLP sebanyak 2.098.

"Jadi alhamdulillah tahun ini ada kebijakan dari Bupati Balangan untuk menganggarkan THR bagi PPPK paruh waktu dan PJLP," ungkapnya.

Tentunya, pencairan THR ini kata Kamrani akan bisa segera dicairkan, terlebih anggaran sudah disiapkan, sehingga pihaknya bisa bergerak lebih cepat.

Adanya pencairan THR ini pula terangnya akan membantu perputaran roda ekomoni di Kabupaten Balangan, terlebih penerima THR hampir 90 persen merupakan warga Balangan yang diharapkan menggunakan uangnya atau belanja di Balangan.

4 Metode Mengelola THR agar Tidak Habis untuk Belanja Lebaran

 Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi tambahan pemasukan yang dinantikan menjelang Lebaran.

Namun, tanpa perencanaan yang jelas, THR Lebaran kerap habis dalam waktu singkat karena terserap oleh kebutuhan konsumtif selama momen hari raya.

Sejumlah pakar keuangan menyarankan penggunaan metode pengelolaan keuangan sederhana agar pemasukan tambahan, termasuk THR, dapat dimanfaatkan secara lebih terencana.

Berbagai metode pengelolaan uang seperti 50-30-20, Pay Yourself First, 4-3-2-1, hingga 70-20-10 menawarkan cara membagi pendapatan ke dalam pos kebutuhan, tabungan, investasi, hingga pengeluaran lainnya.

Metode-metode tersebut pada dasarnya dirancang untuk membantu individu mengendalikan pengeluaran, sekaligus memastikan sebagian pendapatan tetap dialokasikan untuk tabungan dan tujuan keuangan jangka panjang.

1. Metode 50-30-20: membagi THR dalam tiga kategori

Salah satu metode mengelola keuangan yang paling dikenal adalah 50-30-20. Metode ini dipopulerkan oleh profesor hukum Harvard sekaligus senator Amerika Serikat (AS) Elizabeth Warren melalui bukunya All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.

Dikutip dari Forbes, dalam metode ini, pendapatan setelah pajak dibagi ke dalam tiga kategori utama, yakni sebagai berikut.

    50 persen untuk kebutuhan pokok (needs)

    30 persen untuk keinginan atau gaya hidup (wants)

    20 persen untuk tabungan atau pembayaran utang (savings/debt repayment)

Perbesar

Salah satu strategi sederhana yang dapat diterapkan dalam mengelola THR adalah menggunakan formula 50–30–20. (KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)

Kategori kebutuhan pokok biasanya mencakup pengeluaran yang sulit dihindari seperti biaya tempat tinggal, transportasi, utilitas, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Sementara itu, kategori keinginan meliputi pengeluaran yang bersifat opsional seperti hiburan, makan di luar, atau perjalanan.

Adapun porsi 20 persen digunakan untuk tabungan, investasi, atau pelunasan utang. Alokasi ini bertujuan menjaga stabilitas finansial dan membantu mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Dikutip dari Investopedia, pendekatan 50-30-20 banyak digunakan karena relatif sederhana dan mudah diterapkan, bahkan bagi individu yang baru mulai menyusun anggaran pribadi.

Metode ini juga membantu seseorang memahami ke mana uangnya mengalir setiap bulan sehingga lebih mudah mengendalikan pengeluaran.

Jika diterapkan pada THR, pendekatan ini dapat membantu memastikan sebagian dana tidak langsung habis untuk kebutuhan konsumtif.

Misalnya, setengah dana THR dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran, sementara sisanya dibagi untuk tabungan dan kebutuhan lain.

2. Pay Yourself First: menabung sebelum membelanjakan THR

Selain metode pembagian persentase pengeluaran, pendekatan lain yang banyak direkomendasikan oleh perencana keuangan adalah Pay Yourself First atau sering disebut juga sebagai reverse budgeting.

Prinsip dasar metode ini adalah menyisihkan tabungan terlebih dahulu sebelum menggunakan uang untuk pengeluaran lain.

Dengan kata lain, menabung diperlakukan sebagai prioritas utama, bukan sisa dari pendapatan 

Dalam praktiknya, banyak ahli keuangan menyarankan alokasi sekitar 10 persen hingga 20 persen dari pendapatan untuk tabungan sejak awal menerima pemasukan.

“Membayar diri sendiri terlebih dahulu penting karena pengeluaran cenderung berkembang sesuai dengan jumlah uang yang tersedia,” ungkap penasihat keuangan Michael Conticelli, dikutip dari Investopedia.

Dengan menyisihkan tabungan di awal, seseorang dapat menghindari risiko menghabiskan seluruh pendapatan untuk kebutuhan konsumsi.

Metode ini sering dipadukan dengan prinsip 80-20, yaitu menabung sekitar 20 persen pendapatan dan menggunakan sisanya untuk berbagai kebutuhan lainnya.

Dalam konteks THR, pendekatan Pay Yourself First berarti menyisihkan sebagian dana untuk tabungan atau investasi segera setelah dana diterima. Setelah itu, barulah sisa dana digunakan untuk kebutuhan Lebaran atau pengeluaran lainnya.

Pendekatan ini juga sering dilakukan melalui sistem otomatis, misalnya dengan memindahkan sebagian dana ke rekening tabungan atau investasi secara langsung agar tidak mudah terpakai.

3. Metode 4-3-2-1: menjaga keseimbangan pengeluaran

Metode lain yang sering digunakan dalam perencanaan keuangan pribadi adalah 4-3-2-1 rule. Pendekatan ini membagi pendapatan ke dalam empat kategori utama dengan rasio tertentu.

Dalam model ini, alokasi pendapatan biasanya dibagi sebagai berikut.

    40 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari

    30 persen untuk cicilan atau kewajiban finansial

    20 persen untuk tabungan atau investasi

    10 persen untuk donasi atau kegiatan sosial

Kebutuhan sehari-hari dapat mencakup biaya makan, transportasi, utilitas, hingga pengeluaran rutin lainnya.

Sementara itu, porsi cicilan biasanya meliputi pembayaran kredit rumah, kendaraan, atau kewajiban finansial lainnya.

Bagian tabungan dan investasi digunakan untuk membangun dana darurat maupun mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang.

Adapun alokasi terakhir, yakni 10 persen untuk kegiatan sosial atau donasi, sering dipandang sebagai cara menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kontribusi kepada masyarakat.

Kerangka ini sering digunakan sebagai panduan sederhana agar pengeluaran tidak terkonsentrasi pada satu pos saja, sekaligus memastikan adanya porsi khusus untuk menabung dan kegiatan sosial.

Dalam konteks THR Lebaran, metode 4-3-2-1 dapat diterapkan dengan mengalokasikan sebagian dana untuk kebutuhan hari raya, sebagian untuk tabungan, serta sebagian lainnya untuk kegiatan sosial seperti zakat atau sedekah.

4. Metode 70-20-10: fokus pada pengeluaran dan tabungan

Metode pengelolaan keuangan lain yang cukup populer adalah 70-20-10. Pendekatan ini membagi pendapatan ke dalam tiga kelompok besar dengan proporsi yang berbeda.

Dalam metode ini, pembagian pendapatan dilakukan sebagai berikut:

    70 persen untuk pengeluaran sehari-hari

    20 persen untuk tabungan atau investasi

    10 persen untuk pembayaran utang atau tujuan keuangan lainnya

Pendekatan ini memberikan porsi pengeluaran yang lebih besar dibanding metode 50-30-20. Hal tersebut membuat metode ini dianggap lebih fleksibel bagi individu yang memiliki beban pengeluaran cukup tinggi.

Porsi tabungan sebesar 20 persen umumnya digunakan untuk berbagai tujuan finansial seperti membangun dana darurat, menyiapkan uang muka rumah, atau menabung untuk masa pensiun.

Sementara itu, alokasi 10 persen dapat digunakan untuk melunasi utang, membiayai tujuan finansial tertentu, atau kebutuhan lain yang bersifat jangka menengah.

Kerangka ini dianggap lebih sederhana karena hanya memiliki tiga kategori besar, sehingga memudahkan individu dalam memantau pengeluaran tanpa perlu membuat banyak pos anggaran.

Jika diterapkan pada THR Lebaran, metode ini dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi selama Lebaran dan kebutuhan keuangan jangka panjang.

Menggunakan metode mengelola keuangan untuk THR

Secara umum, metode pengelolaan keuangan seperti 50-30-20, Pay Yourself First, 4-3-2-1, maupun 70-20-10 memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu individu mengatur keuangan agar tidak habis tanpa perencanaan.

Pendekatan tersebut memberikan panduan sederhana mengenai berapa proporsi pendapatan yang sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi, tabungan, investasi, maupun tujuan finansial lainnya.

Berbagai metode ini juga menunjukkan, pengelolaan keuangan tidak selalu memerlukan perencanaan yang rumit.

Dengan membagi pendapatan dalam beberapa kategori utama, seseorang dapat lebih mudah mengontrol pengeluaran sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan tujuan finansial di masa depan.

Dalam konteks THR Lebaran, penggunaan kerangka pembagian anggaran tersebut dapat membantu memastikan dana tambahan tersebut tidak habis untuk konsumsi semata, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kondisi keuangan pribadi.

Posting Komentar untuk "Daftar penerima THR dari Pemkab Balangan Kalsel dengan anggaran hingga 20,2 miliar, masuk rekening"