Bakal ajukan banding, Persis Solo pertanyakan sanksi larangan tanpa penonton di Manahan
Ringkasan Berita:
- Persis Solo dijatuhi sanksi Komdis PSSI berupa denda Rp135 juta dan larangan menggelar 5 laga kandang tanpa penonton akibat kericuhan saat laga tandang melawan Persijap Jepara
- Manajemen Persis Solo menilai sanksi tersebut tidak sepenuhnya adil karena suporter disebut membeli tiket resmi dari panitia tuan rumah
- Persis Solo berencana mengajukan banding ke Komdis PSSI dengan melampirkan bukti dan fakta lapangan terkait insiden di Stadion Gelora Bumi Kartini
Di tengah tren kebangkitan Persis Solo di kompetisi Super League 2025/2026, tim berjuluk Laskar Sambernyawa justru harus menghadapi sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Persis Solo dijatuhi sanksi berupa larangan menggelar lima pertandingan kandang tanpa penonton serta denda sebesar Rp135 juta.
Manajemen klub pun menyatakan keberatan dan tengah menyiapkan langkah banding atas keputusan tersebut.
Persis Solo Dijatuhi Sanksi Berat dari Komdis PSSI
Sanksi ini tertuang dalam surat keputusan Komdis PSSI yang diterima manajemen Persis Solo pada Jumat (13/3/2026).
Sebelumnya, Persis Solo juga telah dikenai denda sebesar Rp60 juta terkait insiden pada laga kandang pada Februari lalu.
Kini, hukuman tambahan kembali dijatuhkan setelah terjadi kericuhan saat laga tandang melawan Persijap Jepara akhir pekan lalu.
Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, membenarkan pihaknya telah menerima keputusan tersebut.
"Jadi surat Komdis kita dapatkan tadi pagi, kurang lebih ada 4 keputusan. Terus kalau disimpulkan sama yang beredar itu Rp 135 jutaan termasuk 5 kali tidak boleh menyelenggarakan dengan penonton di kandang," ungkap Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan saat dihubungi GOHANS MIND, Jumat (13/3/2026) sore.
Kericuhan di Jepara Jadi Dasar Hukuman
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah terjadi kericuhan saat pertandingan Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara.
Komdis PSSI menilai terdapat pengerusakan fasilitas stadion yang diduga dilakukan oleh suporter Persis Solo.
Namun, manajemen Persis Solo menilai ada sejumlah kejanggalan dalam keputusan tersebut, terutama terkait tudingan pengerusakan fasilitas stadion oleh suporter mereka.
"Nah kalau kita baca yang dipermasalahkan kan adalah perusakannya yang dilakukan oleh suporter Solo katanya. Kalau kita sih nggak tahu ya tapi yang pasti kita kecewa putusan seperti itu. Tidak boleh menyelenggarakan 5 kali pertandingan home dengan alasan pengerusakan yang dilakukan suporter Persis Solo. Nah ini kemungkinan besar kita akan banding," lanjut Ginda.
Persis Solo Siapkan Banding
Menurut Ginda, manajemen Persis Solo saat ini tengah mengumpulkan berbagai bukti dan fakta di lapangan untuk memperkuat proses banding yang akan diajukan ke Komdis PSSI.
Ia juga menyebut, pihak klub sebenarnya telah mengimbau suporter untuk tidak datang ke laga tandang sesuai regulasi.
"Akan melakukan upaya banding dan menyampaikan fakta-fakta lapangan, di antaranya sebenarnya kita telah menghimbau kok kepada teman-teman suporter Solo untuk mengikuti anjuran regulasi. Tapi yang kami ketahui dari teman-teman suporter, mereka justru bisa membeli tiket langsung dengan pihak Jepara, resmi," urainya.
Ginda juga menilai kericuhan yang terjadi tidak berdiri sendiri dan memiliki sebab tertentu.
"Saya rasa nggak ada penonton yang tujuannya merusak. Saya rasa merusak itu pasti ada alasannya. Kita memang menghimbau untuk tidak hadir, tapi kalau difasilitasi ya bagaimana kita mau menahan. Berangkat, berangkat sendiri, beli tiket juga bisa. Infonya disediakan oleh panitia Jepara, tapi ketika panitianya tidak bisa mengamankan pertandingan dan akhirnya terjadi kerusakan kenapa kita juga harus kena sanksi ibaratnya," tambah Ginda.
Persis Solo Keberatan Sanksi 5 Laga Tanpa Penonton
Selain denda, manajemen Persis Solo juga mempertanyakan sanksi lima pertandingan kandang tanpa penonton yang dinilai merugikan klub dan suporter.
Menurut Ginda, kejadian di Stadion Gelora Bumi Kartini tidak bisa disamakan dengan penyelenggaraan pertandingan di Solo.
"Itu yang kita keberatan saya nggak tahu ya sanksi kepada Jepara seperti apa tapi kalau sanksinya sama ya rasanya nggak fair. Wong sana yang jualan tiket ada yang menjelaskan pertandingan itu loh giliran ada pengrusakan kok yang kena sanksi kita, kandang kita," tegas Ginda.
"Itu sih analogi logisnya kita, cuma kita tidak tahu (alasan Komdis PSSI)," imbuh dia.
Suporter Persis Disebut Juga Mengalami Kerusakan Kendaraan
Sebelum sanksi dijatuhkan, manajemen Persis Solo juga telah berkomunikasi dengan pihak keamanan dan panitia pelaksana Persijap terkait insiden di sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini.
Menurut Ginda, beberapa kendaraan yang digunakan suporter Persis Solo justru mengalami kerusakan di luar stadion.
"Kita sudah menghimbau sesuai regulasi. Kita kan selalu menghimbau untuk tidak hadir away begitu juga untuk suporter tamu untuk tidak datang di Manahan. Teman-teman juga tahu sendiri bagaimana kita memulangkan suporter tamu yang kedaulatan datang ke Stadion Manahan. Sekarang giliran ada kejadian di sana, dan ada kerusakan yang di alamatkan kepada suporter kita lah kok kandang kita yang kena sanksi," jelas Ginda.
Banding Akan Diajukan Pekan Depan
Saat ini manajemen Persis Solo tengah menyiapkan dokumen serta bukti untuk memperkuat banding.
Jika tidak ada kendala, proses banding akan segera diajukan dalam waktu dekat.
"Secepatnya kita akan banding. Bandingkan juga tidak sekedar banding tapi kita harus melampirkan bukti dan fakta yang sesuai ini baru kita persiapkan kemungkinan hari senin baru bisa kita ajukan," terang Ginda.
Harapan Persis Solo untuk Sepak Bola Indonesia
Ginda berharap kasus ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama agar pengelolaan sepak bola Indonesia semakin baik dan minim insiden.
"Harapan kita sih sebenarnya sepak bola itu ya ayo kita sama-sama sosialisasikan ayo kita sama-sama taati jangan semua dibebankan kepadaku dan ketika terjadi sesuatu di sanksi atau didenda. Kita juga tahu kok faktor di lapangan banyak suporter tamu yang tetap nekat datang ke kandang lawan. Ada yang sampai bentrok ada yang tidak, nyatanya denda dan saksi tidak menyelesaikan masalah," sebut Ginda.
"Mungkin butuh sosialisasi, kalau kita berharap ya jelas selain saya juga jadi direksi saya juga jadi panpel dan selama ini pertandingan di Solo aman-aman saja. Menurut saya kalau standarnya sudah diikuti dari piala dunia piala Asia dan sekarang terjadi insiden yang dianggap suporter kita ya coba dicari apakah betul itu suporter kita apakah itu bisa diidentifikasi," pungkasnya.
(*)
Posting Komentar untuk "Bakal ajukan banding, Persis Solo pertanyakan sanksi larangan tanpa penonton di Manahan"