Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Abu Janda ungkap alasan teriak saat debat panas, sebut pernyataan Prof Ikrar dan Feri Amsari konyol

Abu Janda ungkap alasan teriak saat debat panas, sebut pernyataan Prof Ikrar dan Feri Amsari konyol

Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda mengungkap alasan di balik aksinya yang sempat berteriak saat berdebat sengit di acara Rakyat Bersuara yang tayang di iNews TV. 

Ia menyebut tindakannya itu dilakukan sebagai respons terhadap sejumlah pernyataan yang menurutnya tak masuk akal. 

Lewat pernyataannya, Abu Janda menyinggung ucapan Dubes RI untuk Tunisia periode 2017-2021, Prof Ikrar Nusa Bhakti yang menyatakan agar publik tidak menganggap Amerika Serikat sebagai negara yang baik.

Menurut Abu Janda, pernyataan tersebut tidak tepat karena penilaian terhadap sebuah negara bersifat subjektif. 

"Ketika si profesor bilang jangan pikir Amerika itu negara yang baik, itu jelas konyol karena tentu saja tidak ada negara yang baik. Itu sangat subjektif tergantung suka atau tidak suka," ujar Abu Janda dikutip dari Instagram resminya pada Jumat (14/3/2026).

Abu Janda juga menanggapi pernyataan pakar hukum tata negara Feri Amsari yang menyebut Indonesia memiliki utang kepada Palestina.

Ia menilai pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Menurut Abu Janda, saat Indonesia merdeka, negara Palestina belum terbentuk sehingga pernyataan tersebut dinilainya tidak berdasar.

Sebut penjelasan dua tokoh itu absurd

Ia pun menilai argumen yang disampaikan oleh kedua tokoh tersebut bersifat absurd dan berpotensi menyesatkan publik.

Karena itu, Abu Janda mengaku sengaja membuat keributan saat debat berlangsung untuk menghentikan pembahasan yang menurutnya tidak tepat.

"Daripada orang-orang jadi tambah bodoh mendengar mereka berdua, saya hentikan dengan membuat keributan," kata dia.

Abu Janda bahkan menyebut langkah tersebut berhasil mengalihkan perhatian publik dari pernyataan yang menurutnya bermasalah.

"Sekarang tidak ada yang ingat apa yang mereka katakan, cuma ingat bagian saya teriak-teriak saja. Sukses," ujarnya.

Ucapan tak pantas ke Prof Ikrar

Abu Janda dan Profesor Ikrar Nusa Bhakti sebelumnya berdebat panas terkait peran Amerika Serikat dalam sejarah Indonesia di tengah diskusi tentang konflik perang AS-Israel vs Iran.

Dalam diskusi tersebut, Ikrar menyampaikan pandangannya bahwa keterlibatan Amerika Serikat pada akhir 1940-an di Indonesia tidak lepas dari kepentingan geopolitik, terutama kekhawatiran terhadap pengaruh komunisme di Indonesia.

"Coba anda baca Revolution and Nationalism in Indonesia, tulisan Kahin. Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan karena ketakutan bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis," kata Ikrar.

Dalam perdebatan itu, Ikrar juga mengingatkan bahwa kebijakan Amerika terhadap Indonesia tidak selalu berpihak.

"Tapi jangan anda pikir, Amerika itu negara yang baik ya," kata Ikrar.

Namun pernyataan tersebut disanggah oleh Abu Janda yang menilai Amerika tetap memiliki peran besar dalam mendorong Belanda meninggalkan Indonesia.

"Betul, karena ada pemberontakan di Madiun itu memang betul. Tapi apapun itu pak, Amerika itu perannya besar pak," ujar Abu Janda.

Perdebatan pun sempat memanas dengan saling balas pernyataan antara keduanya.

Abu Janda sampai melontarkan ucapan tak pantas saat debat berlangsung. 

Debat panas soal utang Palestina

Debat panas juga terjadi antara Permadi Arya alias Abu Janda dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari saat membahas soal hubungan Indonesia dan Palestina. 

Adu argumen keduanya memanas setelah Feri menyinggung adanya "utang sejarah" Indonesia kepada Palestina, yang kemudian langsung dibantah keras oleh Abu Janda.

 

Feri Amsari awalnya menyoroti langkah Prabowo Subianto yang bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang didirikan oleh Donald Trump.

Menurut Feri Amsari hal tersebut tidak etis, mengingat dalam BOP turut bergabung Israel.

Israel sendiri dinilai telah melakukan kejahatan perang di Palestina, termasuk serangan terhadap warga sipil dan anak-anak. 

Feri Amsari kemudian mengingatkan jasa Palestina terhadap Indonesia.

Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 1945. 

Tak cuma itu, Feri Amsari juga membahas soal Muhammad Ali Taher.

Muhammad Ali Taher adalah saudagar kaya dan tokoh media asal Palestina (sering disebut sebagai bangsawan/raja) yang menyumbangkan seluruh uangnya di Bank Arabia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. 

Ia aktif melobi Liga Arab dan membantu pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan Belanda di Timur Tengah.

"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka," kata Feri Amsari

"Jadi kalau main hutang-hutangan sejarah, sebenarnya kita punya hutang besar terhadap bangsa Palestina," imbuhnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Abu Janda langsung mengamuk.

Ia menilai pernyataan Feri Amsari adalah hoaks.

"Hutang apaan bangsa kita kemerdekaan Palestina, hutang apaan bang? Jangan ngaco!" kata Abu Janda.

"Gue kasih tau ya, biar lo tau. Ada hoax yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang ngakui kemerdekaan Indonesia itu hoax," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Feri Amsari menyebut Abu Janda terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami persoalan.

"Semangat betul dengan salahnya. Yang memberikan sumbangan ke pada Agus Salim adalah bangsawan Palestina untuk bergerak di Timut Tengah dalam upaya kampanye Kemerdekaan, itu bukan hoaks" kata Feri.

Diusir Aiman

Perdebatan kemudian semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar.

Melihat situasi diskusi yang semakin tidak kondusif, Feri Amsari kemudian meminta Aiman Widjaksono sebagai pemandu acara untuk mengambil tindakan. Apalagi Abu Janda sesekali menggunakan kata 'anjir' saat debat.

"Saya ingatkan, ini ruang publik, dengan mengungkapkan kekasaran, bang Aiman, omongan seperti itu wajib hukumnya bagi Anda mengusir dia" kata Feri.

Menanggapi hal tersebut, Abu Janda justru menyatakan dirinya siap meninggalkan forum.

"Gak usah lu husir, dengan senang hati, gue pergi" celetuk Abu Janda.

Pernyataan itu langsung dibalas oleh Feri Amsari dengan sindiran.

"Silahkan, dengan senang hati. Ketololan tidak dibutuhkan" sindir Feri.

Mendengar dirinya disebut tolol, Abu Janda semakin emosi dan melontarkan makian kepada Feri Amsari.

"Elu yang lebih tol*l gobl*k" kata Abu Janda.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Aiman Widjaksono akhirnya meminta Abu Janda keluar dari ruang dialog.

"Engga boleh, engga boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar.. Keluar...." terak Aiman dengan lantang. 


Posting Komentar untuk "Abu Janda ungkap alasan teriak saat debat panas, sebut pernyataan Prof Ikrar dan Feri Amsari konyol"